PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 23 April 2026 | Timnas Malaysia U-17 menorehkan prestasi gemilang pada Piala AFF U-17 2026 setelah mengalahkan Laos U-17 dengan skor telak 3-0 di semifinal yang digelar di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo. Kemenangan tersebut membawa tim asuhan pelatih Shukor Adan menapaki partai final, sekaligus menambah kepercayaan diri menjelang kompetisi bergengsi berikutnya, Piala Asia U-17 2026 yang akan diselenggarakan di Arab Saudi.
Semifinal dimulai dengan tempo tinggi. Hanya dalam tujuh menit, striker muda Yusuf Nasrullah berhasil membuka skor lewat tendangan penalti setelah wasit menandai pelanggaran di dalam kotak penalti. Keunggulan dini ini memaksa Laos beralih ke taktik bertahan, namun mereka harus bermain dengan sepuluh pemain sejak menit kelima setelah Bounthasak Chandala menerima kartu merah.
Keunggulan kuantitas pemain memungkinkan Malaysia mengendalikan lini tengah. Pada menit ke-11, Aniq Thaqif menambah dua angka bagi Harimau Malaya lewat serangan balik yang cepat, menjadikan skor 2-0. Laos berusaha bangkit dengan serangan balik, tetapi pertahanan rapat Malaysia, yang dipimpin kapten Adam Muqri, berhasil menutup setiap celah.
Babak kedua menyaksikan Malaysia meningkatkan variasi permainan. Kombinasi umpan pendek dan silang semakin hidup, memaksa kiper Laos, Sankham Thabithong, berulang kali berada di posisi sulit. Pada menit ke-58, Ahmad Muzakif Fitri menyelesaikan peluang lewat sundulan tajam, memastikan skor akhir 3-0. Upaya Laos untuk memperkecil selisih melalui tendangan penalti di menit ke-70 gagal ketika kiper Malaysia menangkis tembakan Yusuf Nasrullah.
Berikut rekapitulasi gol yang dicetak Timnas Malaysia U-17 pada pertandingan semifinal:
- 7′ – Yusuf Nasrullah (penalti)
- 11′ – Aniq Thaqif
- 58′ – Ahmad Muzakif Fitri
Kemenangan ini bukan sekadar angka pada papan skor. Bagi Malaysia, keberhasilan menembus final di luar negeri menunjukkan kematangan taktik dan disiplin pemain muda. Pelatih Shukor Adan menekankan pentingnya efektivitas dalam menguasai bola dan memanfaatkan keunggulan jumlah pemain secara optimal. “Kami bermain dengan disiplin, menekan lawan, dan menyelesaikan peluang dengan tepat,” ujar Adan dalam konferensi pasca pertandingan.
Sementara itu, Timnas Indonesia U-17 mengalami kegagalan yang sama mengejutkan pada fase grup, terutama setelah mengalami kekalahan tipis 0-1 dari Malaysia. Kekalahan tersebut menjadi sorotan karena Indonesia memulai turnamen dengan kemenangan melawan Timor Leste, namun gagal menahan serangan terorganisir Malaysia yang lebih efektif dalam mengontrol ruang pertahanan.
Analisis para pengamat menyoroti beberapa poin penting dari pertemuan kedua tim. Ronny Pangemanan, pengamat sepak bola nasional, menilai bahwa Malaysia lebih cerdas dalam mengatur zona pertahanan, serta lebih tajam dalam eksekusi set piece. Ia menambahkan, “Pemain Malaysia mampu menahan tekanan Indonesia di lini tengah dan mengubah transisi menjadi peluang menyerang dengan cepat.”
Keberhasilan Malaysia di Piala AFF memberikan sinyal kuat bagi timnas U-17 negara lain, terutama menjelang Piala Asia U-17 2026 yang akan diadakan di Arab Saudi pada Mei 2026. Harapan besar menumpuk pada skuad Harimau Malaya untuk melanjutkan performa impresif, mengingat kualitas lawan di ajang Asia akan lebih menantang, termasuk tim-tim dari Jepang, Korea Selatan, dan Australia.
Persiapan menjelang Piala Asia melibatkan program latihan intensif di Kuala Lumpur, termasuk pertandingan persahabatan melawan tim junior Thailand dan Vietnam. Selain itu, federasi sepak bola Malaysia (FAM) menekankan pentingnya pengembangan mental pemain muda, mengingat pengalaman di turnamen AFF memberikan pelajaran berharga tentang tekanan pertandingan berlevel internasional.
Secara keseluruhan, perjalanan Timnas Malaysia U-17 di Piala AFF 2026 menunjukkan peningkatan signifikan dalam taktik, kebugaran, dan mentalitas kompetitif. Jika tren ini berlanjut, Harimau Malaya berpotensi menjadi salah satu kandidat kuat untuk mengukir sejarah baru di Piala Asia U-17 2026.
