Laga Terburuk Persis Solo Musim Ini: Kalah 0-2 dari Arema FC, Milo Ungkap Kekecewaan

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 22 April 2026 | Persis Solo kembali menjadi sorotan publik setelah mengalami kekalahan 0-2 melawan Arema FC pada pekan ke-28 BRI Super League 2025/2026. Pertandingan yang digelar di Stadion Kanjuruhan, Malang, menjadi titik terendah bagi Laskar Sambernyawa dalam satu musim, memaksa pelatih sekaligus figur publik klub, Milomir “Milo” Seslija, mengakui bahwa laga tersebut merupakan “laga terburuk musim ini”.

Kekalahan ini tidak hanya menghentikan rekor delapan laga tak terkalahkan Persis Solo, tetapi juga menurunkan tim ke zona merah klasemen. Sebelum pertandingan, Persis berada pada posisi menengah atas dengan harapan dapat mengamankan tiga poin penting. Namun, Arema FC menunjukkan dominasi sejak menit pertama, mencetak gol pertama lewat serangan balik cepat, diikuti gol kedua yang memperlebar selisih menjadi 0-2.

Baca juga:

Dalam konferensi pers usai pertandingan, Milo menegaskan kekecewaannya. Ia menyebutkan, “Kami bermain di luar ekspektasi, kehilangan fokus, dan tidak menunjukkan mentalitas yang kami butuhkan. Ini jelas laga terburuk musim ini.” Ia menambahkan bahwa kegagalan tersebut menjadi panggilan untuk evaluasi menyeluruh, terutama pada aspek disiplin taktik dan kesiapan mental pemain.

Beberapa faktor internal turut memperparah situasi. Penyerang andalan Roman Paparyha harus absen karena cedera pada duel dengan pemain Arema, meninggalkan lini serang tanpa opsi utama. Di sisi lain, Bruno Gomes yang sempat absen pada laga melawan Arema, telah kembali berlatih, namun belum cukup waktu untuk menyesuaikan diri dengan intensitas pertandingan. Milo menuturkan, “Kembalinya Bruno adalah berita baik, namun kami harus menyiapkan alternatif lain untuk mengisi kekosongan Paparyha.”

Menjelang laga pekan ke-29 melawan Bhayangkara FC, Milo menekankan bahwa tim harus bangkit dari keterpurukan. Ia menyoroti pentingnya mentalitas, dedikasi, dan pengorbanan, terutama mengingat Persis harus bertanding tanpa dukungan suporter akibat sanksi yang masih berlaku.

Baca juga:
  • Prioritas Utama: Menang melawan Bhayangkara untuk menghindari degradasi.
  • Kunci Strategis: Disiplin pertahanan, transisi cepat, dan pemanfaatan peluang set-piece.
  • Faktor Kunci: Kembalinya Bruno Gomes, serta peran pemain asing Dimitri Lima yang sudah menjalin komunikasi baik dengan pelatih.

Hubungan antara Milo dan pemain asing, khususnya winger asal Brasil, Dimitri Lima, sempat teruji pada laga melawan Arema. Kedua pihak sempat bersitegang di lapangan, menimbulkan spekulasi tentang ketegangan internal. Namun, dalam konferensi pers selanjutnya, Milo menegaskan tidak ada masalah pribadi. Ia menjelaskan, “Kesalahpahaman terjadi karena bahasa, namun kami sudah berbicara dan kembali harmonis. Fokus kami tetap pada tim.”

Dimitri Lima pun mengaku bahwa kendala bahasa Inggris menjadi sumber kebingungan, namun ia berkomitmen untuk memberikan kontribusi terbaik. “Saya siap memberi tenaga dan kecepatan di sayap, berharap dapat membantu tim mendapatkan tiga poin,” ujarnya.

Dengan tekanan zona degradasi dan keharusan menambah poin, Persis Solo harus memanfaatkan setiap kesempatan. Milo menutup konferensi dengan pernyataan optimis, “Besok kami akan tampil lebih disiplin, mentalitas kami harus lebih kuat, dan kami akan berjuang keras demi mempertahankan posisi di Liga 1.”

Baca juga:

Kekalahan melawan Arema menjadi pelajaran berharga bagi Persis Solo. Tim harus mengatasi rasa putus asa, memperbaiki koordinasi di lini tengah, serta meningkatkan efektivitas serangan. Jika berhasil mengeksekusi strategi yang telah direncanakan, Persis memiliki peluang untuk mengamankan tiga poin penting melawan Bhayangkara FC dan kembali menggapai stabilitas dalam klasemen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *