Lazio Menang Dramatis 2-1 Atas Cremonese, Audero Diuji Tiga Kali di Giovanni Zini

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 05 Mei 2026 | Dalam laga Serie A ke-35 pada pekan 35, Lazio berhasil membalikkan ketertinggalan 0-1 dan mengamankan tiga poin penting melawan Cremonese di Stadion Giovanni Zini, Cremona. Kemenangan ini tidak hanya memperbaiki posisi Lazio menjadi peringkat kedelapan dengan 51 poin, tetapi juga memperparah tekanan relegasi bagi Cremonese yang kini berada di posisi ke-18 dengan 28 poin.

Babak pertama dimulai dengan serangan cepat Cremonese. Pada menit ke-9, Federico Bonazzoli menemukan ruang di area penalti dan melepaskan tembakan keras yang menembus gawang Lazio, menjadikan skor sementara 0-1. Emil Audero, kiper Timnas Indonesia yang menjadi andalan Cremonese, berhasil menahan tekanan lawan hingga jeda pertama, meski ia tidak dapat menghentikan gol pertama lawan.

Baca juga:

Setelah istirahat, Lazio meningkatkan intensitas serangan. Pada menit ke-53, Gustav Isaksen menerima umpan terobosan dari Tijjani Noslin dan mengeksekusi tendangan yang tepat sasaran, menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Gol kedua Lazio datang pada menit tambahan pertama babak kedua, tepatnya pada menit 90’+2, ketika Tijjani Noslin melancarkan serangan balik dan menempatkan bola di sudut kanan gawang, memaksa Audero kembali mengangkat tangannya untuk menghindari jaringan. Dengan dua gol balasan, Lazio menutup pertandingan dengan skor 2-1.

Penampilan Audero selama 90 menit dinilai kurang memuaskan oleh pengamat. Ia mencatat rating 5,7, dengan dua kebobolan, satu penyelamatan penting, sembilan recoveries, dan satu sapuan dari total 44 sentuhan bola. Meskipun demikian, Audero tetap menunjukkan ketangguhan mental dengan melakukan satu penyelamatan krusial pada menit ke-30, ketika bola hampir masuk setelah rebound dari tiang gawang.

Pelatih Lazio, yang tidak disebutkan namanya dalam laporan, memuji keberanian timnya dalam mengatasi defisit. Sementara itu, Marco Giampaolo, pelatih Cremonese, menyatakan kekecewaannya atas hasil tersebut. Ia menekankan pentingnya menjaga konsistensi dan mengatur mental pemain menjelang tiga laga terakhir melawan Pisa, Udinese, dan Como. “Jika kami hanya dapat mengamankan poin, itu sudah menjadi kemenangan moral,” ujar Giampaolo dalam konferensi pasca pertandingan.

Baca juga:

Berikut rangkuman statistik pertandingan:

Tim Gol Shots (on target) Possession Fouls
Lazio 2 14 (7) 58% 12
Cremonese 1 9 (4) 42% 15

Kemenangan ini membawa dampak signifikan pada klasemen Serie A. Lazio naik dua peringkat, menempati posisi kedelapan, sementara Cremonese tetap terperangkap di zona degradasi. Dengan tiga pertandingan tersisa, Cremonese harus mengumpulkan setidaknya enam poin untuk menghindari penurunan ke Serie B.

Selain dampak pada klasemen, pertandingan ini juga menambah catatan pribadi pemain. Gustav Isaksen mencatatkan gol pertamanya di Serie A, sementara Tijjani Noslin menambah koleksi golnya dengan gol penutup yang krusial. Bagi Audero, meskipun hasilnya mengecewakan, penampilan di lapangan Italia tetap menjadi pengalaman berharga bagi kiper berusia 28 tahun ini.

Baca juga:

Secara keseluruhan, laga Lazio vs Cremonese menampilkan drama sepakbola klasik: gol awal dari tim tamu, comeback dramatis dari tim tuan rumah, dan akhir yang menegangkan hingga menit tambahan. Pertandingan ini mempertegas bahwa Serie A tetap menjadi kompetisi penuh kejutan, di mana setiap poin dapat mengubah nasib klub baik dalam perjuangan meraih tempat di papan atas maupun dalam upaya bertahan di kasta tertinggi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *