PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 04 Mei 2026 | Pertandingan 35th Serie A antara Udinese dan Torino berakhir dengan kemenangan tipis 2-0 bagi tim tuan rumah di Stadio Friuli. Kedua gol tercipta dari serangan balik cepat dan eksekusi set piece yang memanfaatkan kelalaian pertahanan Torino. Dari awal, Udinese menampilkan tekanan total, menguasai zona tengah lapangan, dan mendikte tempo permainan.
Gol pertama muncul pada menit ke-21 setelah sebuah tendangan sudut dari Simeone meluncur ke dalam kotak penalti. Kristensen berhasil menekan pemain pertahanan Torino, memaksa Paleari melakukan tekel berbahaya yang berujung pada kehilangan bola. Bola kemudian beralih ke Ehizibue yang menembus ruang bebas dan mengirimkan tembakan keras ke sudut atas gawang, menambah keunggulan Udinese 1-0.
Setelah gol pertama, Torino berusaha bangkit dengan menekan di lini tengah, namun kesalahan individu terus menghantui. Pada menit ke-38, Obrador, yang berada di posisi sayap kiri, berusaha memotong umpan ke arah tengah, namun kehilangan kontrol bola tepat di depan gawang, memberikan peluang bagi Udinese untuk mengatur serangan balasan. Pada menit ke-44, serangan balik kembali menghasilkan gol kedua, kali ini melalui Kristensen yang memanfaatkan ruang terbuka di sisi kanan pertahanan Torino. Ia menembakkan bola ke sudut bawah jaringan, menegaskan kemenangan 2-0.
Statistik menunjukkan dominasi Udinese dalam penguasaan bola (58%), tembakan ke gawang (7 kali), dan duel udara (12 kali). Torino, di sisi lain, mencatatkan 4 tembakan ke gawang dan 5 kali peluang terlewat, banyak di antaranya disebabkan oleh kurangnya koordinasi di lini belakang.
Penampilan pemain menjadi sorotan utama. Berikut rating singkat setelah pertandingan:
- Obrador (Udinese) – 4.5: Kesalahan fatal pada gol pertama, kehilangan posisi kritis.
- Paleari (Torino) – 5.0: Kesalahan tekel yang membuka peluang gol pertama.
- Kristensen (Udinese) – 7.5: Penampilan luar biasa, dua gol dan kontribusi dalam serangan.
- Simeone (Udinese) – 6.0: Set piece yang berbahaya, meski tidak menghasilkan gol.
- D’Aversa (pelatih Torino) – 5.0: Strategi bertahan tidak efektif, tidak mampu menahan tekanan Udinese.
Pelatih Udinese, Runjaic, memuji konsistensi timnya dalam menerapkan taktik pressing tinggi. Ia menekankan pentingnya menjaga intensitas sepanjang 90 menit, terutama pada fase transisi menyerang. Sementara itu, D’Aversa harus menilai kembali susunan pertahanan, mengingat Torino berada dalam posisi aman dari zona degradasi, namun tetap membutuhkan poin untuk mengamankan tempat di klasemen menengah.
Kedepannya, Udinese akan melanjutkan agenda melawan tim sarden pada Sabtu, sementara Torino memiliki dua pertandingan penting: melawan Sassuolo pada hari Jumat dan Cagliari pada Minggu. Kedua laga tersebut akan menjadi penentu akhir musim bagi Torino dalam meraih posisi yang lebih baik di klasemen.
Secara keseluruhan, pertandingan Udinese vs Torino menegaskan keunggulan taktikal Udinese dan menyoroti kelemahan defensif Torino. Dengan dua poin tambahan, Udinese semakin mendekati zona papan tengah, sementara Torino tetap berada di zona aman meski harus memperbaiki performa di sisa musim.
