Pep Guardiola Pertimbangkan Tinggalkan Manchester City, Target Baru: Timnas Italia

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 25 April 2026 | Pep Guardiola kini berada di persimpangan karier yang jarang terjadi bagi pelatih top dunia. Setelah mencetak sejarah gemilang bersama Manchester City, ia dikabarkan mulai membuka peluang untuk melanjutkan perjalanan di level internasional, khususnya dengan mengincar jabatan kepala pelatih Timnas Italia.

Spekulasi ini muncul setelah laporan media Italia, La Gazzetta dello Sport, menyebut Guardiola memberi sinyal positif kepada FIGC (Federazione Italiana Giuoco Calcio) tentang niatnya menjajal tantangan baru di luar kompetisi klub. Pada saat yang sama, kontrak Guardiola dengan City masih tersisa satu tahun, namun ia tampak tidak menutup kemungkinan untuk mengakhiri kontrak lebih awal bila kondisi memungkinkan.

Baca juga:

Berbagai faktor mendorong pertimbangan ini. Pertama, hubungan pribadi Guardiola dengan Italia tidak dapat diabaikan. Selama kariernya sebagai pemain, ia pernah memperkuat Brescia dan AS Roma, sehingga memiliki kedekatan budaya dan bahasa yang dapat mempermudah transisi. Kedua, keberhasilan yang diraihnya di level klub—sembilan trofi utama termasuk tiga Premier League, satu Liga Champions, serta dua gelar FA Cup—menjadikannya kandidat yang menarik untuk memimpin tim nasional yang sedang mencari identitas baru setelah kegagalan Gattuso lolos ke Piala Dunia 2026.

Namun, langkah ini tidak tanpa hambatan. Gaji Guardiola yang mencapai sekitar €14 juta per tahun di Manchester City menjadi tantangan utama bagi FIGC. Untuk memberi gambaran, berikut perbandingan gaji pelatih Timnas Italia dalam beberapa tahun terakhir:

  • Roberto Mancini – €3 juta per tahun
  • Luciano Spalletti – €2,8 juta per tahun
  • Giampiero Ventura – €1,5 juta per tahun
  • Gennaro Gattuso – €0,8 juta per tahun (selama sembilan bulan)

Dengan selisih yang signifikan, FIGC diperkirakan harus mencari sponsor tambahan, mirip dengan skema yang pernah diterapkan saat Antonio Conte mengambil alih posisi pelatih Italia pada 2014, di mana sebagian gaji ditanggung oleh sponsor komersial.

Baca juga:

Di sisi lain, Manchester City sudah menyiapkan opsi pengganti. Enzo Maresca, mantan pemain Italia yang kini menjadi asisten pelatih, disebut-sebut sebagai kandidat kuat untuk mengisi kekosongan jika Guardiola pergi. Keputusan akhir City akan sangat dipengaruhi pada hasil akhir musim 2025/2026, terutama apakah mereka berhasil menjuarai Premier League dan Liga Champions.

Para pengamat sepak bola menilai bahwa keputusan Guardiola dapat menjadi titik balik tidak hanya bagi kariernya, tetapi juga bagi perkembangan sepak bola Italia. Seperti yang diungkapkan seorang analis senior Italia, “Seperti Carlo Ancelotti yang memilih Brasil setelah sukses di level klub, Guardiola bisa mengambil tantangan serupa dengan Italia, memperkenalkan filosofi tiki‑taka yang diadaptasi ke gaya defensif Azzurri.”

Sementara itu, FIGC tengah menyiapkan proses rekrutmen yang transparan. Saat ini, posisi pelatih masih dijabat sementara oleh Silvio Baldini untuk laga persahabatan musim panas. Kandidat lokal seperti Massimiliano Allegri, Roberto Mancini, dan Antonio Conte tetap berada dalam daftar, namun nama Guardiola menjadi sorotan utama karena potensi mengangkat prestasi tim nasional ke level berikutnya.

Baca juga:

Jika Guardiola memutuskan untuk menerima tawaran tersebut, ia diperkirakan akan mengambil jeda singkat dari tekanan harian kompetisi klub, mirip dengan jeda yang diambilnya pada 2012 sebelum kembali ke Bayern München. Pendekatan ini memungkinkan ia menyesuaikan diri dengan dinamika tim nasional yang berbeda, termasuk frekuensi latihan yang lebih jarang dan kebutuhan membangun chemistry antar pemain yang tersebar di berbagai liga Eropa.

Kesimpulannya, masa depan Pep Guardiola berada dalam ketidakpastian yang menarik. Apakah ia akan mengakhiri era suksesnya di Manchester City dan melangkah ke panggung internasional bersama Italia? Keputusan tersebut akan bergantung pada hasil kompetisi klub, kesiapan finansial FIGC, serta ambisi pribadi Guardiola untuk menguji kemampuan melatih di level nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *