PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 29 Mei 2026 | Piala Dunia FIFA 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko telah memasuki tahap persiapan yang sangat serius. Namun, di balik antusiasme penggemar sepak bola di seluruh dunia, terdapat beberapa kontroversi yang mulai muncul. Salah satu isu yang paling hangat dibicarakan adalah penjualan tiket yang diduga tidak transparan dan adanya hak siar eksklusif yang diberikan kepada beberapa lembaga penyiaran.
Investigasi yang dilakukan oleh otoritas hukum Amerika Serikat menemukan bahwa FIFA telah menerima subpoena atau perintah resmi untuk menyerahkan berbagai informasi terkait sistem penjualan tiket Piala Dunia 2026. Penyelidikan ini berfokus pada delapan pertandingan Piala Dunia yang akan digelar di New Jersey, termasuk laga grup Inggris melawan Panama pada 27 Juni dan partai final Piala Dunia pada 19 Juli 2026.
Salah satu tuduhan utama dalam investigasi ini adalah dugaan penggemar tidak mendapatkan informasi yang jelas mengenai lokasi kursi yang mereka beli. FIFA juga disebut merilis kategori tiket baru yang lebih mahal setelah penjualan awal dimulai, sehingga memicu lonjakan harga. Selain itu, sistem harga dinamis berdasarkan permintaan diduga membuat FIFA menaikkan harga sekitar 90 dari total 104 pertandingan dengan rata-rata kenaikan mencapai 34 persen.
Di sisi lain, hak siar eksklusif yang diberikan kepada beberapa lembaga penyiaran juga menimbulkan kontroversi. Di Indonesia, TVRI telah memperoleh hak siar eksklusif untuk Piala Dunia 2026. Namun, pertanyaan penting muncul: sampai sejauh mana hak eksklusif itu dapat diberlakukan terhadap ruang publik? Apakah rakyat yang menonton bersama di warung kopi, kafe, balai desa, hingga alun-alun harus tunduk pada rezim lisensi layaknya korporasi penyiaran besar?
Undang-Undang Penyiaran Nomor 32 Tahun 2002 menempatkan TVRI bukan sebagai korporasi murni, melainkan institusi publik yang harus menjalankan fungsi pelayanan informasi, pendidikan, perekat sosial, dan kepentingan publik secara netral dan non-komersial. Oleh karena itu, TVRI menghadapi ujian moral sebagai Lembaga Penyiaran Publik untuk menyeimbangkan hak siar eksklusif dengan kepentingan publik.
Kesimpulan dari kontroversi ini adalah bahwa Piala Dunia FIFA 2026 tidak hanya tentang sepak bola, tetapi juga tentang hak siar, penjualan tiket, dan kepentingan publik. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama yang erat antara FIFA, lembaga penyiaran, dan pemerintah untuk memastikan bahwa Piala Dunia 2026 dapat dinikmati oleh semua orang tanpa harus mengorbankan kepentingan publik.
