Rodtang Takeru: Kontroversi KO, Kritik CEO, dan Penggantian Mendadak di ONE 165

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 02 Mei 2026 | Rodtang Jitmuangnon, sang “Iron Man” Muay Thai, mengalami titik balik dramatis setelah mengalami kekalahan KO pertama dalam 13 tahun melawan Takeru Segawa pada pertarungan kelima di ONE Championship. Kekalahan tersebut tidak hanya menimbulkan kehebohan di antara para penggemar, tetapi juga memicu komentar tajam dari CEO ONE Championship, Chatri Sityodtong, yang menegaskan bahwa Rodtang harus bertanggung jawab atas “kejatuhannya”.

Menurut pernyataan yang diberikan kepada media, Sityodtong menyoroti bahwa kesuksesan finansial dan popularitas yang melimpah dapat membuat seorang atlet menjadi terlalu nyaman. “Jika dia kembali berkomitmen pada latihan, belajar, dan menumbuhkan rasa lapar, dia masih dapat kembali ke puncak dunia,” ujar Sityodtong kepada Nic Atkin dari Bangkok Post. CEO tersebut menambahkan bahwa kurangnya tim pendukung yang solid serta sikap santai dalam kamp pelatihan menjadi faktor utama yang menghambat performa Rodtang saat ini.

Baca juga:

Kekalahan tersebut terjadi tepat satu tahun setelah pertemuan pertama antara Rodtang dan Takeru, di mana sang Thailand berhasil mengalahkan lawan Jepang itu dalam 80 detik. Pertarungan ulang pada tahun 2026 menjadi sorotan utama karena menandai pertama kalinya Rodtang tersentak hingga terhenti pada ronde kelima, menandai momen yang belum pernah terjadi dalam kariernya yang gemilang.

Tak lama setelah pertarungan, muncul kabar bahwa Rodtang mengalami cedera yang memaksa ia mundur dari laga utama ONE 165 yang dijadwalkan pada 28 Januari. Cedera tersebut memicu pergantian mendadak, dengan Superlek Kiatmoo9 ditunjuk sebagai pengganti untuk menghadapi Takeru Segawa dalam duel perebutan gelar kelas terbang kickboxing. Superlek, yang sebelumnya telah menjuarai pertarungan melawan Rodtang pada September lalu, kini mendapat kesempatan untuk menguji kemampuan melawan legenda Jepang yang sama.

Penggantian ini menimbulkan spekulasi luas di kalangan penggemar. Beberapa menganggap bahwa Superlek dapat menampilkan gaya bertarung yang lebih eksplosif karena tidak ada tekanan beban gelar yang menempel. Di sisi lain, Takeru Segawa, yang telah mempersiapkan diri untuk menghadapi Rodtang, harus menyesuaikan taktiknya untuk melawan lawan baru yang memiliki gaya Muay Thai yang berbeda.

Baca juga:

Selain aspek fisik, masalah kontrak juga muncul sebagai latar belakang konflik. Dua minggu sebelum pertarungan, mantan bintang ONE, Reinier de Ridder, mengungkapkan bahwa promosi tersebut sedang menyiapkan tindakan hukum terhadap Rodtang atas dugaan pelanggaran kontrak. ONE Championship menuduh bahwa Rodtang telah melanggar perjanjian berkali-kali, meski detail spesifiknya belum dipublikasikan secara lengkap.

Dengan situasi hukum yang belum terselesaikan, serta cedera yang membuatnya absen dari pertarungan utama, masa depan Rodtang menjadi semakin tidak pasti. Namun, Sityodtong tetap optimis bahwa atlet tersebut dapat bangkit kembali jika ia mengubah pendekatan terhadap kariernya. “Seperti kita semua, ketika terlalu nyaman, hal itu dapat mengarah pada kejatuhan,” tegas CEO tersebut, mengingatkan bahwa perubahan sikap dan disiplin dapat membuka peluang baru.

Superlek Kiatmoo9, yang sebelumnya dijadwalkan melawan Elias Mahmoudi pada ONE Fight Night 18, juga mendapat kesempatan emas karena lawannya mundur karena cedera tulang rusuk. Dengan persiapan yang matang, Superlek menyatakan kesiapan penuh untuk menghadapi Takeru, menambah antisipasi publik terhadap laga yang diprediksi akan menjadi salah satu pertarungan paling mengesankan tahun ini.

Baca juga:

Secara keseluruhan, saga Rodtang Takeru kini melibatkan tiga dimensi utama: hasil pertarungan yang mengejutkan, kritik konstruktif dari otoritas promosi, serta dinamika pergantian mendadak yang menempatkan Superlek di panggung utama. Keputusan CEO ONE Championship untuk menekankan pentingnya kedisiplinan dan tim pendukung dapat menjadi pelajaran berharga bagi semua atlet di dunia MMA dan kickboxing. Sementara itu, para penggemar menantikan bagaimana Superlek akan memanfaatkan peluang ini, dan apakah Takeru Segawa mampu mempertahankan dominasi yang telah ia tunjukkan dalam kariernya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *