PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 18 April 2026 | Shakhtar Donetsk menegaskan dominasinya di UEFA Conference League (UECL) dengan lolos ke semifinal setelah mengamankan hasil imbang 2-2 di kandang AZ Alkmaar pada laga ke-2 perempat final. Dengan agregat 5-2, tim Ukraina itu menutup babak gugur dengan kemenangan yang tak terbantahkan, meski harus bertahan dari tekanan intensif dari tim Belanda pada 70 menit terakhir.
Kedatangan Shakhtar di Stadion AFAS pada 17 April 2026 disambut oleh sekitar 13.000 penonton, jauh di bawah kapasitas penuh. Keputusan interim manajer AZ, Lee‑Roy Echtold, untuk merotasi skuad dan menurunkan pemain utama menjelang final KNVB Cup menambah beban bagi tim tuan rumah. Penyerang Troy Parrott dan gelandang Sven Mijnans, dua talenta penting, absen di bangku cadangan, sehingga lini serang AZ kehilangan variasi dan kreativitas yang dibutuhkan untuk mengatasi defisit tiga gol dari laga pertama di Kraków.
Babak pertama berlangsung tenang bagi Shakhtar yang menguasai tempo pertandingan. Tekanan mereka memaksa AZ hanya menghasilkan satu tembakan tepat sasaran pada menit ke‑13, yang langsung diblokir Dmytro Riznyk. Ibrahim Sadiq hampir mencetak lewat sundulan, namun penyerang Shakhtar berhasil menahan bola. Meskipun AZ tampak lebih kompetitif dibandingkan laga pertama, mereka tidak mampu menembus pertahanan Shakhtar yang tetap disiplin.
Setelah jeda, Shakhtar meningkatkan intensitas serang. Pada menit ke‑58, Alisson Santana, yang sebelumnya mencetak dua gol di leg pertama, menambah koleksi golnya dengan menyelesaikan operan cerdas dari Kauã Elias ke pojok bawah gawang. AZ berusaha merespon lewat tendangan bebas dekat kotak penalti, dan Isak Jensen memanfaatkan peluang tersebut dengan tembakan keras yang memantul ke tiang, memaksa gol pertama bagi tuan rumah pada menit ke‑73.
Namun, AZ tidak tinggal diam. Pada menit ke‑80, Matej Šín menegaskan kembali harapan dengan sundulan tajam yang menyeberang gawang, memaksa Shakhtar menambah defensif. Kedua gol tersebut menegaskan bahwa AZ masih memiliki peluang untuk menekan kembali, meski jarak agregat masih terasa besar.
Menjelang akhir pertandingan, Shakhtar menutup rapat peluangnya. Pada menit ke‑83, Luca Meirelles memanfaatkan umpan pendek dan menembus ruang antara bek AZ, menambah satu gol lagi untuk tim Ukraina. Gol tersebut menegaskan kemenangan agregat dan menutup peluang kebangkitan AZ.
Statistik pertandingan menampilkan dominasi Shakhtar: penguasaan bola 58%, tembakan tepat sasaran 5 kali dibandingkan 2 kali AZ, serta 6 serangan berbahaya. Pertahanan Shakhtar tetap solid dengan Riznyk mencatat 4 penyelamatan krusial, sementara lini belakang menahan serangan balik AZ yang mengandalkan kecepatan pemain sayap.
Keluar dari kompetisi Eropa menandai akhir musim yang kurang memuaskan bagi AZ. Keputusan meliburkan pemain kunci demi persiapan final KNVB Cup menjadi sorotan. Dengan hasil ini, tidak ada klub Belanda yang masih bertahan di panggung Eropa musim ini, menurunkan posisi koefisien negara UEFA Belanda ke peringkat ketujuh, di belakang Portugal. Penurunan ini berdampak pada alokasi tempat kompetisi Eropa di musim mendatang, dengan kemungkinan pengurangan satu tempat ke Liga Champions dan satu tempat ke kompetisi Eropa lainnya mulai 2027‑28.
Sementara itu, Shakhtar kini melanjutkan langkahnya ke semifinal UECL dengan keyakinan tinggi. Tim Ukraina belum terkalahkan dalam enam pertemuan tandang di kompetisi ini, menegaskan reputasinya sebagai tim yang sulit ditaklukkan di luar negeri. Fokus berikutnya adalah menghadapi lawan semifinal yang belum diumumkan, namun performa ofensif dan disiplin defensif yang ditunjukkan pada kedua leg melukiskan potensi besar untuk melaju hingga final.
Kesimpulannya, kemenangan agregat 5‑2 atas AZ Alkmaar bukan sekadar hasil angka, melainkan cerminan strategi konsisten Shakhtar Donetsk dalam turnamen UEFA Conference League. Sementara AZ harus menelan pahitnya keputusan rotasi skuad menjelang final domestik, dampak kegagalan mereka terasa luas, mempengaruhi koefisien nasional dan peluang klub Belanda di kompetisi Eropa berikutnya.
