PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 19 April 2026 | Sydney FC kembali menampilkan permainan yang dominan namun tak mampu memecahkan kebuntuan pada laga kandang melawan Perth Glory di Allianz Stadium pada Sabtu malam. Pertandingan yang berlangsung tanpa gol berakhir dengan skor 0-0, menempatkan Sky Blues pada posisi ketiga klasemen A-League Men dengan 38 poin dan selisih gol +8.
Kesempatan untuk menancapkan diri di zona top dua hampir sirna ketika Sydney FC gagal mengamankan tiga poin penting. Tim asuhan Patrick Kisnorbo kini berada tiga poin di belakang pemuncak klasemen, Auckland FC, yang memiliki 41 poin dan selisih gol +14. Jika Auckland FC kalah dari Central Coast Mariners pada akhir pekan, Sydney FC masih memiliki peluang untuk melaju ke posisi kedua dengan kemenangan di laga terakhir melawan tim yang sama.
Performa tim menunjukkan dominasi dalam penguasaan bola, namun ketajaman menyerang belum maksimal. Pada menit ke-20, Al Hassan Toure memulai serangan cepat di sisi kanan sebelum melakukan tembakan yang diselamatkan oleh kiper Perth, Matt Sutton. Situasi serupa terulang pada menit ke-55 ketika Apostolos Stamatelopoulos melepaskan tembakan keras yang berhasil dihalau dengan kaki oleh Sutton.
Insiden penting terjadi pada menit ke-36 ketika kapten Sydney FC, Rhyan Grant, melakukan tekel dua kaki ke arah Sam Sutton. Meskipun wasit hanya memberi kartu kuning, pelatih Perth, Adam Griffiths, menilai tekel tersebut berpotensi mendapat kartu merah. “Itu tekel berbahaya, tapi kami menghargai niatnya,” ujar Griffiths.
Beberapa pemain muda seperti Jaiden Kucharski dan Akol Akon memberikan kontribusi signifikan, namun tembakan mereka meleset tipis. Paul Okon-Engstler, yang juga merupakan pemain tim nasional, menembak dari jarak jauh dan meleset melewati mistar gawang pada menit-menit akhir babak pertama. “Kami kehilangan kesempatan penting, terutama di fase akhir pertandingan,” katanya dalam wawancara pasca laga.
Berikut ini klasemen sementara A-League Men setelah pertandingan Sydney FC vs Perth Glory:
| Pos | Tim | Poin | Selisih Gol |
|---|---|---|---|
| 1 | Newcastle Jets | 45 | +12 |
| 2 | Auckland FC | 41 | +14 |
| 3 | Sydney FC | 38 | +8 |
| 4 | Melbourne City | 38 | +7 |
| 5 | Perth Glory | 35 | +4 |
Dengan posisi tiga poin di belakang pemuncak, Sydney FC harus menyiapkan diri secara mental dan taktik untuk laga penentuan melawan Auckland FC. Pelatih Kisnorbo menekankan pentingnya kontrol emosi, terutama setelah terlihat frustrasi pada pemain seperti Toure yang diganti pada menit ke-68.
Selain pertandingan melawan Auckland FC, Sydney FC juga harus bersiap menghadapi kemungkinan melaju ke babak eliminasi jika tidak berhasil masuk top dua. “Kami masih memiliki peluang, namun semua harus dijalankan dengan konsistensi dan keberanian,” tambah Kisnorbo.
Penonton yang hadir di Allianz Stadium, termasuk pelatih tim nasional Australia, Tony Popovic, menyaksikan timnya berjuang keras namun gagal mengkonversi peluang menjadi gol. Keberhasilan Sydney FC dalam mengatasi tekanan ini akan sangat menentukan arah musim mereka, terutama menjelang fase penutup kompetisi.
Dengan sisa dua pertandingan, setiap poin menjadi krusial. Jika Sydney FC mampu mengalahkan Auckland FC dan mengandalkan hasil menguntungkan dari pertandingan lain, mereka berpeluang kembali ke zona top dua dan berjuang untuk tempat di fase final. Sebaliknya, kegagalan di laga tersebut dapat memaksa mereka bersaing untuk posisi ketiga atau keempat, yang masih memberikan hak untuk melaju ke babak play‑off.
Kesimpulannya, hasil imbang melawan Perth Glory menandai titik balik bagi Sydney FC. Tim harus segera bangkit, memperbaiki ketajaman serang, dan mengeksekusi strategi dengan disiplin untuk mengamankan tiket ke final. Pertarungan melawan Auckland FC akan menjadi ujian utama bagi Patrick Kisnorbo dan skuad Sky Blues.
