PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 17 Juni 2026 | Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,7 mengguncang Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), pada Selasa (16/6/2026) pukul 11.27 Wita. Guncangan gempa tersebut menyebabkan satu orang meninggal dunia dan 312 jiwa terdampak. Bencana alam itu juga menyisakan trauma bagi warga lantaran masih dihantui gempa dahsyat berkekuatan M 7,5 yang terjadi pada 2018 silam.
Gempa M 6,7 yang berpusat di Palu terletak pada koordinat 1,03 derajat lintang selatan dan 120,24 derajat bujur timur atau tepatnya berlokasi di darat 42 kilometer (km) tenggara Palu pada kedalaman 10 km. Guncangan gempa bahkan dirasakan warga hingga 10 detik di Kelurahan Nunu, Kecamatan Tatanga, Palu.
Setelah gempa M 6,7, gempa bumi dengan magnitudo (M) 5,1 mengguncang wilayah Kota Palu, Sulawesi Tengah. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut gempa ini memiliki parameter update dengan magnitudo M 4,9. Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, mengatakan episenter gempa bumi ini terletak pada koordinat 1,11° LS; 120,32° BT, atau tepatnya berlokasi di darat 54 km Tenggara Palu, pada kedalaman 11 km.
Gempa M 5,1 ini merupakan rangkaian susulan dari gempa bumi M 6,7 di Palu, pada 16 Juni 2026 pukul 10.27.45 WIB. Hingga pukul 02.00 WIB hari ini, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 354 aktivitas gempa bumi susulan (aftershock), dengan magnitudo terbesar M 5,2. Wijayanto menyebut gempa ini tidak berpotensi tsunami.
Warga Palu masih trauma dan tak berani masuk rumah karena khawatir akan gempa susulan. Mereka lebih memilih tidur di luar rumah untuk menghindari risiko. Pemerintah dan BMKG terus memantau situasi dan menghimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa korban meninggal dunia dilaporkan berasal dari Kabupaten Sigi. Ia menyebut, wilayah tersebut menjadi daerah paling terdampak guncangan gempa dengan jumlah 272 warga terdampak. Selain itu, 22 warga mengalami luka ringan dan 13 warga mengalami luka berat.
Sementara itu, sekitar 21 KK atau 40 jiwa terdampak di Kabupaten Parigi Moutong. Di Kota Palu, dua warga mengalami luka ringan, sedangkan di Kabupaten Poso satu warga mengalami luka dan masih dalam pendataan lebih lanjut. Hingga saat ini tercatat sekitar 110 kepala keluarga (KK) atau 312 jiwa terdampak akibat gempa.
Selain adanya korban meninggal dunia, data juga menunjukkan peningkatan jumlah warga terdampak dan kerusakan bangunan di sejumlah wilayah. Dari pendataan sementara, sedikitnya 67 unit rumah terdampak. Dari jumlah tersebut, 26 unit rumah mengalami rusak ringan, enam unit rusak sedang, dan 12 unit rusak berat.
Kesimpulan, gempa M 6,7 dan 5,1 yang mengguncang Sulawesi Tengah menyebabkan kerusakan dan korban jiwa. Warga masih trauma dan tak berani masuk rumah karena khawatir akan gempa susulan. Pemerintah dan BMKG terus memantau situasi dan menghimbau masyarakat untuk tetap tenang.
