PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 05 Mei 2026 | Jakarta diguyur hujan deras sejak sore hari Senin 4 Mei 2026, dan pada Selasa 5 Mei 2026 banjir masih menguasai sejumlah wilayah ibu kota. Ketinggian air di beberapa titik mencapai 70 cm, setinggi paha orang dewasa, memaksa ribuan warga menavigasi genangan yang meluas hingga masuk ke dalam rumah.
Di wilayah Barat, kawasan Bojong Kavling, Rawa Buaya, dan Cengkareng mengalami genangan parah. Aliran Kali Angke meluap, menggenangi permukiman di RT 12 dan RT 16 RW 04 Rawa Buaya. Pantauan pagi ini menunjukkan ketinggian banjir 50‑60 cm, cukup untuk merendam lantai rumah dan menghalangi akses jalan.
Warga yang berangkat ke tempat kerja atau sekolah harus menembus air dengan berjalan kaki atau digendong anak-anak. Beberapa pemilik kendaraan roda dua memindahkan motor ke tempat yang lebih tinggi untuk menghindari kerusakan mesin akibat masuknya air.
Di Jakarta Selatan, dampak banjir tak kalah signifikan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta Selatan melaporkan ketinggian air mencapai 70 cm pada pukul 16.40 WIB. Dua kecamatan paling terdampak adalah Kebayoran Lama dan Pesanggrahan, dengan variasi ketinggian antara 30‑70 cm. Jalan‑jalan utama seperti depan Gandaria City, Jalan Cipulir, Radio Dalam, Fatmawati, hingga TB Simatupang arah Pasar Minggu dilaporkan terhambat arus lalu lintas.
Sementara itu, di wilayah Barat, daerah Rawa Belong dilaporkan terendam hingga 70 cm, setinggi pinggang orang dewasa. BPBD DKI Jakarta mengerahkan personel lintas instansi untuk melakukan penyedotan genangan dan memastikan fungsi optimal dari jaringan talang air.
Data terbaru dari BPBD DKI Jakarta menunjukkan peningkatan signifikan pada muka air di sejumlah pintu air. Pada pukul 21.00 WIB, titik tertinggi tercatat di Pintu Air Manggarai BKB dengan ketinggian 740 cm, diikuti oleh Pintu Air Karet 490 cm dan Pos Krukut Hulu 170 cm. Berikut rangkuman data tingkat muka air:
| Lokasi | Ketinggian (cm) |
|---|---|
| Manggarai BKB | 740 |
| Karet | 490 |
| Krukut Hulu | 170 |
| Pesanggrahan | 170 |
| Angke Hulu | 335 |
| Bendung Katulampa | 40 |
Petugas BPBD mengimbau warga untuk tetap waspada, menggunakan rute alternatif, dan menghindari perjalanan yang tidak penting. Mereka juga menyiapkan bantuan logistik bagi keluarga yang terdampak, termasuk penyediaan makanan, air bersih, dan tempat penampungan sementara.
Selain dampak fisik, banjir juga menimbulkan keresahan sosial. Warga yang terpaksa mengungsi ke tempat lebih tinggi melaporkan kesulitan dalam mengakses layanan kesehatan dan pendidikan. Anak‑anak sekolah harus dijemput oleh orang tua atau guru, sementara beberapa sekolah terpaksa ditutup atau dijalankan secara daring.
Secara keseluruhan, banjir Jakarta hari ini menunjukkan betapa rentannya infrastruktur kota terhadap curah hujan ekstrem. Peningkatan kapasitas drainase, revitalisasi sungai, serta penataan ruang yang lebih berkelanjutan menjadi agenda penting untuk mengurangi risiko serupa di masa mendatang.
Dengan situasi yang masih belum reda, pemerintah daerah terus memantau perkembangan air dan siap menyalurkan bantuan tambahan bila diperlukan. Warga diimbau tetap mengikuti informasi resmi dan menjaga keselamatan diri serta keluarga.
