Misteri Kebakaran di Sleman: UPN Veteran Yogyakarta dan UGM Selidiki Penyebab

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 08 Juni 2026 | Kebakaran misterius di Sleman, Yogyakarta, telah menjadi perhatian utama bagi masyarakat dan pemerintah setempat. Sejak tanggal 23 Mei, rumah warga di Padukuhan Mriyan X, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Sleman, telah mengalami kebakaran berulang kali.

Tim peneliti dari Universitas Pembangunan Nasional ‘Veteran’ Yogyakarta (UPN) dan Universitas Gadjah Mada (UGM) telah melakukan investigasi untuk menemukan penyebab kebakaran tersebut. UPN menduga sumber kebakaran berasal dari gas metana yang berasal dari batuan bekas rawa, sedangkan UGM menduga kebakaran disebabkan oleh gas hidrogen yang berasal dari proses fermentasi limbah organik pemotongan ayam.

Baca juga:

Penelitian yang dilakukan oleh UPN menggunakan metode geolistrik untuk memetakan lapisan batuan di bawah permukaan tanah. Sementara itu, UGM melakukan penelitian dengan mengumpulkan data dari beberapa kali observasi dan investigasi.

Pemerintah Kabupaten Sleman telah menunggu hasil kajian komprehensif dari tim ahli untuk menentukan status tanggap darurat bencana. Pemkab juga telah melakukan beberapa langkah penanganan, seperti penyiagaan respons cepat dan pendampingan psikologis bagi keluarga yang mengalami trauma.

Baca juga:

Peneliti UPN, Ardian Novianto, menjelaskan bahwa fokus utama penelitian saat ini adalah mengidentifikasi lapisan batuan yang berpotensi menjadi tempat penyimpanan gas di bawah permukaan. Ia juga menegaskan bahwa jenis gas yang memicu fenomena kebakaran berulang tersebut belum dapat dipastikan.

Kesimpulan sementara dari UGM disampaikan oleh Ketua tim Pusat Kajian Pelambaran Entropi (PKPE) FT UGM, Prof Alva Edy Tontowi. Ia menjelaskan bahwa keluarnya api berhubungan dengan keberadaan gas hidrogen yang berasal dari proses fermentasi limbah organik pemotongan ayam.

Baca juga:

Penelitian ini masih berlangsung, dan hasilnya diharapkan dapat membantu menemukan penyebab kebakaran misterius di Sleman. Pemerintah dan masyarakat setempat berharap bahwa penelitian ini dapat membantu mencegah kebakaran serupa di masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *