PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 19 April 2026 | Ketua Harian DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ahmad Ali, memberikan pernyataan tegas pada Sabtu, 18 April 2026, bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak memiliki hubungan apa pun dengan laporan yang diajukan oleh Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) terhadap mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Pernyataan ini muncul di tengah sorotan publik terkait dugaan penistaan agama yang terjadi dalam ceramah JK di Universitas Gadjah Mada (UGM) pada awal bulan Maret.
Ahmad Ali menegaskan, “Saya bisa pastikan 1.000% Pak Jokowi tidak terlibat di urusan ini. Saya pastikan 1.000% bahwa PSI tidak menjadi bagian daripada urusan ini.” Pernyataan tersebut disampaikan kepada wartawan setelah GAMKI melaporkan JK ke Polda Metro Jaya dengan tuduhan penistaan agama. Ketua Umum GAMKI, Sahat Martin Philip Sinurat, diketahui juga merupakan kader PSI, sehingga menimbulkan spekulasi bahwa partai atau presiden berada di balik laporan tersebut.
Menurut Ahmad Ali, fakta bahwa Sahat merupakan kader PSI tidak serta-merta menjadikan organisasi partai bertanggung jawab atas tindakan GAMKI. Ia menambahkan bahwa laporan tersebut merupakan keputusan pribadi pelapor dan bukan merupakan instruksi dari partai manapun. “Kebetulan Sahat menjadi salah satu pengurus partai, itu satu fakta. Tapi ia juga Ketua Umum organisasi Kristen, itulah kenyataannya,” ujarnya.
Dalam penjelasannya, Ahmad Ali menolak keras segala dugaan bahwa Jokowi berada di balik proses pelaporan. Ia mengingatkan agar publik tidak memperkeruh situasi dengan spekulasi yang tidak berdasar. “Kalau ada yang mengira Pak Jokowi berada di balik pelaporan ini, saya sarankan beliau bertabayyun dan beristighfar,” kata ia dengan nada yang tegas.
Ahmad Ali juga mengungkapkan bahwa internal PSI telah mengadakan rapat khusus untuk membahas kasus ini. Keputusan bersama menyatakan bahwa partai tidak akan terlibat dalam polemik yang bersifat agama dan politik, demi menjaga netralitas serta menghindari polarisasi lebih lanjut.
- GAMKI melaporkan JK ke Polda Metro Jaya dengan tuduhan penistaan agama.
- Sahat Martin Philip Sinurat, ketua GAMKI, juga kader PSI.
- Ahmad Ali menegaskan Jokowi tidak terlibat dan PSI tidak mengarahkan laporan.
- Internal PSI memutuskan tidak ikut dalam polemik tersebut.
Sementara itu, JK dalam ceramahnya di UGM menyoroti akar penyebab konflik di Indonesia, mulai dari ketidakadilan sosial, politik, hingga agama. Ia mencontohkan konflik historis seperti PRRI, Permesta, DI/TII, serta konflik sektarian di Poso dan Ambon, menekankan bahwa ketidakadilan menjadi pemicu utama sebelum isu agama dipolitisasi.
JK menambahkan bahwa konflik sumber daya alam dan kebijakan pemerintah yang dianggap tidak adil juga menjadi faktor penting. Ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk memahami akar masalah secara mendalam sebelum melompat pada tuduhan sempit yang dapat memperdalam perpecahan.
Reaksi politik lain muncul setelah pernyataan Ahmad Ali. Beberapa tokoh partai lain menyambut baik klarifikasi PSI, sementara sejumlah pengamat menilai pernyataan tersebut penting untuk menstabilkan suasana politik menjelang pemilihan umum berikutnya. Mereka menilai bahwa upaya menepis spekulasi tentang keterlibatan presiden dapat mencegah munculnya isu-isu baru yang mengganggu stabilitas nasional.
Secara keseluruhan, pernyataan tegas Ahmad Ali menegaskan kembali posisi PSI yang berusaha tetap netral dalam isu agama, sekaligus melindungi citra Presiden Jokowi dari tuduhan yang belum terbukti. Dengan menegaskan bahwa Jokowi tidak terlibat, PSI berupaya menenangkan publik dan mengarahkan diskusi kembali kepada penyelesaian konflik yang bersifat struktural, bukan semata-mata menuding individu atau organisasi tertentu.
Dalam konteks politik Indonesia yang semakin kompleks, klarifikasi semacam ini menjadi penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap institusi negara dan partai politik. Upaya transparansi dan penolakan terhadap spekulasi tak berdasar dapat menjadi contoh bagi partai lain dalam menghadapi situasi sensitif.
