PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 09 Mei 2026 | Tragedi kecelakaan bus Antar Lintas Sumatera (ALS) di Jalan Lintas Sumatera, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, telah menelan korban jiwa sebanyak 16 orang. Kecelakaan ini terjadi saat bus ALS bernomor polisi BK-7778-DL bertabrakan dengan truk tangki minyak bernomor polisi BG-8196-QB pada Rabu, 6 Mei 2026.
Menurut keterangan kernet bus ALS, Muhamad Fadli, bus tersebut telah beroperasi selama hampir 25 tahun sebelum akhirnya terlibat dalam kecelakaan maut. Fadli juga mengungkapkan bahwa bus tersebut direncanakan akan menjalani peremajaan pada Oktober 2026 mendatang.
Sebelum kecelakaan terjadi, bus ALS melakukan bongkar muat barang di Lubuklinggau. Pintu bus tidak dapat dibuka dari dalam, sehingga penumpang harus keluar melalui jendela depan yang pecah. Selain itu, akses di dalam bus terhambat oleh tumpukan paket barang yang memenuhi bagian belakang kendaraan.
Investigasi yang dilakukan oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menemukan bahwa bus ALS tidak memiliki izin operasional sejak 4 November 2020. Bus tersebut juga melakukan pelanggaran berat sesuai Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 15 Tahun 2019.
Kasat Lantas Polres Muratara, AKP M Karim, menjelaskan bahwa kecelakaan diduga kuat terjadi karena bus berupaya menghindari lubang. Bus yang melaju dari arah Lubuklinggau menuju Jambi kemudian masuk ke jalur berlawanan dan menghantam truk tangki Seleraya.
Benturan keras antara bus dan truk tangki memicu ledakan dan kebakaran hebat yang menghanguskan kedua kendaraan. Kondisi menjadi kacau karena sebagian besar penumpang sedang tidur atau bermain ponsel.
Peristiwa ini menimbulkan duka mendalam dan menjadi perhatian serius bagi pihak berwenang. Pemeriksaan terhadap kernet bus ALS, M. Fadli, telah dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan.
Kecelakaan ini juga menunjukkan pentingnya keselamatan dalam transportasi darat. Pemerintah dan pihak terkait harus segera mengambil tindakan untuk mencegah kecelakaan serupa di masa depan.
Kesimpulan dari kecelakaan bus ALS di Muratara adalah bahwa keselamatan dalam transportasi darat harus menjadi prioritas utama. Pemerintah dan pihak terkait harus bekerja sama untuk memastikan bahwa semua kendaraan yang beroperasi memiliki izin yang sah dan memenuhi standar keselamatan yang telah ditetapkan.
