Viral: Pegawai BUMD Sumut Tertangkap Sakau, Bobby Nasution Ungkap Alasan Digaji Untuk Beli Narkoba

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 20 April 2026 | Medan, 19 April 2026 – Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Bobby Nasution menegur seorang pegawai BUMD Sumut yang tertangkap sedang sakau pada sebuah acara pemberian tali asih kepada atlet berprestasi SEA Games 2025. Insiden tersebut terjadi pada Jumat, 10 April 2026 di kantor KONI Sumut, ketika Bobby sedang hadir bersama sejumlah pejabat daerah dan para atlet peraih medali.

Menurut keterangan yang diperoleh, pria yang dimaksud memang merupakan salah satu pegawai BUMD Sumut. Saat itu ia terlihat mengonsumsi zat yang menimbulkan efek sakau, menimbulkan kegaduhan di antara peserta acara. Bobby, yang berada di antara kerumunan, langsung menghampiri dan menegur pria tersebut, menekankan bahwa perilaku semacam itu tidak dapat diterima, apalagi mengingat statusnya sebagai penerima gaji negara.

Baca juga:

“Dia digaji pakai uang kita, dia itu pegawai kita, walaupun bukan langsung pegawai Pemerintah Provinsi, tapi BUMD, BUMD itu tetap uangnya dari Pemerintah Provinsi,” ujar Bobby Nasution di Kantor DPRD Sumut pada Rabu, 15 April 2026. “Masa sudah digaji, beli narkoba, kan nggak cocok ya,” tambahnya, menyoroti masalah moral dan etika yang muncul ketika seorang pegawai negeri terlibat dalam penyalahgunaan narkoba.

Setelah peneguran tersebut, pegawai BUMD yang bersangkutan segera diamankan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Sumut. Penangkapan ini dikonfirmasi oleh Kepala BNN Sumut, Brigjen Pol Tatar Nugroho, yang menyatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan langsung dari kantor Gubernur. “Ya kan langsung diamanin sama BNN, itu yang kasih tahu saya Kepala BNN langsung, masa di atas kita lagi berprestasi di bawahnya (sakau),” kata Bobby Nasution.

Kasus ini menimbulkan gelombang reaksi di kalangan masyarakat dan media sosial. Banyak warganet yang menilai tindakan Bobby sebagai contoh kepemimpinan yang tegas, sementara sebagian lainnya menuntut adanya investigasi menyeluruh terhadap prosedur rekrutmen dan pengawasan internal BUMD Sumut.

Baca juga:

Sejumlah pihak mengingatkan pentingnya pengawasan internal yang ketat di lembaga-lembaga BUMD, mengingat mereka mengelola aset dan dana publik. “Pengawasan internal harus mampu mendeteksi penyalahgunaan dana, termasuk bila gaji digunakan untuk membeli narkoba,” ujar seorang ahli kebijakan publik yang tidak disebutkan namanya.

Selain menegaskan tindakan tegasnya, Bobby Nasution juga menekankan pentingnya pendidikan anti-narkoba bagi semua pegawai pemerintah. Ia mengusulkan agar program pelatihan anti-narkoba menjadi bagian wajib dalam orientasi kerja bagi setiap pegawai baru, khususnya di institusi yang menerima dana publik.

Kasus ini juga mengangkat isu tentang penegakan hukum narkotika di Sumatera Utara. BNN Sumut menyatakan bahwa mereka akan melakukan penyelidikan lanjutan untuk memastikan tidak ada jaringan lebih luas yang terlibat dalam peredaran narkoba di lingkungan BUMD. “Kami akan menindak tegas siapa saja yang terbukti melanggar hukum, tanpa pandang bulu,” tegas Kepala BNN.

Baca juga:

Di sisi lain, pemerintah provinsi Sumatera Utara berjanji akan meninjau kembali kebijakan rekrutmen dan evaluasi kinerja pegawai BUMD. Sebuah rapat koordinasi dijadwalkan pada akhir pekan ini untuk membahas langkah-langkah konkret, termasuk audit keuangan dan peninjauan ulang kontrak kerja.

Kasus pegawai BUMD narkoba ini menjadi sorotan utama dalam perbincangan publik, menegaskan bahwa penyalahgunaan jabatan publik tidak dapat dibiarkan begitu saja. Dengan tegasnya sikap Gubsu Bobby Nasution, diharapkan akan tercipta budaya kerja yang lebih bersih dan bertanggung jawab di lingkungan pemerintahan daerah.

Kesimpulannya, insiden sakau yang melibatkan seorang pegawai BUMD Sumut memicu respons cepat dari Gubernur Bobby Nasution dan aparat penegak hukum. Penegakan disiplin dan pengawasan internal menjadi kunci untuk mencegah terulangnya kasus serupa, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi yang mengelola dana negara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *