PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 18 Mei 2026 | CEO Nvidia, Jensen Huang, baru-baru ini mengungkapkan bahwa pangsa pasar perusahaannya di China telah turun menjadi nol. Hal ini disebabkan oleh sanksi ekspor AS yang melarang penjualan chip semikonduktor canggih ke China. Meskipun demikian, Huang tetap mendukung kebijakan nasional AS dan percaya bahwa China tidak seharusnya memiliki akses ke teknologi AI paling mutakhir.
Huang juga menyatakan bahwa Nvidia sebelumnya memiliki sekitar 90% pangsa pasar di China, namun kini telah kehilangan semua pangsa pasar tersebut. Ia menyarankan bahwa kebijakan sanksi ekspor AS yang terlalu ketat dapat menyebabkan China mengembangkan teknologi sendiri dan memutuskan hubungan dengan perusahaan AS.
Di sisi lain, Huang juga mengunjungi China dan mencicipi makanan lokal, termasuk zhajiangmian dan minuman dari Mixue Bingcheng. Kunjungan ini menarik perhatian masyarakat dan menunjukkan minat Huang terhadap budaya China.
Huang juga menyatakan bahwa ia tidak setuju dengan kebijakan pelarangan ekspor chip AI ke China, karena ia percaya bahwa China masih dapat mengembangkan teknologi AI yang canggih dengan menggunakan chip yang kurang mutakhir. Ia menyarankan bahwa AS seharusnya mempertahankan supremasi teknologinya dengan terus berinovasi dan meningkatkan kualitas produknya.
Dalam beberapa hari terakhir, Huang juga terlibat dalam beberapa pertemuan dengan pejabat AS dan China, termasuk pertemuan dengan Presiden Donald Trump. Pertemuan ini menarik perhatian masyarakat dan menunjukkan minat Huang terhadap hubungan diplomatik antara AS dan China.
Kehilangan pangsa pasar di China merupakan pukulan telak bagi Nvidia, namun Huang tetap optimis tentang masa depan perusahaannya. Ia percaya bahwa Nvidia dapat mempertahankan supremasi teknologinya dengan terus berinovasi dan meningkatkan kualitas produknya.
