Pemerintah Hemat Rp200 Miliar dengan Skema WFH, Ini Manfaatnya

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 04 Juni 2026 | Pemerintah telah menghemat sekitar Rp200 miliar dengan menerapkan skema work from home (WFH) atau bekerja dari rumah. Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Konsumsi dan Konservasi Energi, Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jesther Marlou Orong.

Menurut Orong, penghematan ini diperoleh dari pengurangan konsumsi listrik dan bahan bakar minyak (BBM) yang digunakan oleh pekerja yang tidak perlu hadir secara fisik di kantor. Ia menjelaskan bahwa dengan menerapkan WFH, pemerintah dapat mengurangi konsumsi listrik sebesar 508,37 megawatt dan konsumsi BBM sebesar 17,6 persen.

Baca juga:

Orong menambahkan bahwa penghematan ini juga berdampak positif pada lingkungan, karena mengurangi emisi gas rumah kaca yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor dan pembangkit listrik. Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah akan terus memantau dan mengevaluasi dampak dari skema WFH ini untuk memastikan bahwa kebijakan ini efektif dan efisien dalam menghemat energi dan mengurangi dampak lingkungan.

Skema WFH ini diterapkan oleh pemerintah sebagai salah satu upaya untuk menghemat energi dan mengurangi dampak lingkungan. Kebijakan ini juga diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan kenyamanan kerja bagi para pekerja, karena mereka dapat bekerja dari rumah dan menghindari kemacetan lalu lintas.

Baca juga:

WFH juga dapat membantu mengurangi biaya operasional kantor, seperti biaya listrik, air, dan pemeliharaan bangunan. Dengan demikian, pemerintah dapat mengalokasikan anggaran untuk kegiatan lain yang lebih penting dan bermanfaat bagi masyarakat.

Dalam kesimpulan, skema WFH yang diterapkan oleh pemerintah telah membawa manfaat besar bagi penghematan energi dan lingkungan. Kebijakan ini diharapkan dapat terus dikembangkan dan diperluas untuk mencapai tujuan penghematan energi dan pengurangan dampak lingkungan yang lebih besar.

Baca juga:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *