PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 09 Juni 2026 | Christian Eriksen kembali kolaps di lapangan saat pertandingan persahabatan antara Denmark dan Ukraina, membuat dunia sepak bola kembali dibuat cemas. Insiden ini terjadi lima tahun setelah Eriksen mengalami henti jantung yang menggemparkan dunia pada ajang Piala Eropa 2020.
Meski sempat kehilangan kesadaran, tim medis Denmark memastikan kondisi pemain berusia 34 tahun itu kini stabil dan berada dalam semangat yang baik setelah menjalani pemeriksaan di rumah sakit. Eriksen terjatuh di lapangan pada menit ke-64 pertandingan yang berlangsung di Odense.
Staf medis segera berlari memasuki lapangan, sementara para pemain dari kedua tim membentuk lingkaran untuk melindungi privasi sang pemain dari sorotan kamera televisi maupun telepon genggam penonton. Wasit akhirnya memutuskan menghentikan pertandingan.
Setelah mendapatkan penanganan awal, Eriksen berjalan meninggalkan lapangan dengan pengawalan rekan-rekan setim dan pemain Ukraina sebelum dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dokter tim nasional Denmark, Morten Boesen, mengungkapkan bahwa Eriksen sempat tidak sadarkan diri dalam waktu singkat.
Namun alat pacu jantung yang telah ditanamkan pada tubuhnya sejak 2021 bekerja sebagaimana mestinya. Pada hari Senin pagi, Boesen memberikan kabar yang menenangkan bagi para pendukung sepak bola.
"Saya berbicara dengan Christian pagi ini dan kondisinya baik," ujar Boesen. "Dia bersama keluarganya dan dalam kondisi mental yang baik. Kami berharap dia segera diperbolehkan pulang dan kembali ke rumah."
Boesen juga menegaskan bahwa tim medis terus memberikan pendampingan kepada para pemain dan staf yang ikut terdampak secara emosional oleh insiden tersebut. "Kami menjaga para pemain dan staf dengan baik serta terus berkomunikasi secara rutin dengan mereka."
Peristiwa ini langsung mengingatkan publik pada momen mengerikan saat Eriksen kolaps ketika Denmark menghadapi Finlandia pada fase grup Piala Eropa 2020 yang digelar pada 2021 akibat pandemi Covid-19. Kala itu, Eriksen mengalami henti jantung di tengah pertandingan dan nyawanya berhasil diselamatkan berkat tindakan cepat tim medis.
Setelah insiden tersebut, ia menjalani pemasangan alat pacu jantung atau Implantable Cardioverter Defibrillator (ICD), yang berfungsi memantau serta mengoreksi gangguan irama jantung. Akibat kejadian itu, Eriksen harus menepi lebih dari enam bulan dari dunia sepak bola.
Kapten Denmark, Pierre-Emile Hojbjerg, memuji reaksi cepat tim medis dan semua pihak yang berada di lapangan. "Christian Eriksen melambaikan tangan kepada rekan-rekan setimnya saat meninggalkan lapangan," kata Hojbjerg.
Beberapa menit sebelum ia pingsan, ia sempat bersenggolan dengan Ruslan Malinovskyi dan saya mengira itulah sebabnya ia terlihat sangat tertekan, tetapi saya salah. Sejak saat itu, baik saya maupun para pemain di lapangan tidak mungkin melanjutkan pertandingan.
Kabar bahwa kondisi Eriksen telah stabil disambut dengan rasa lega di seluruh komunitas sepak bola dunia. Mantan rekan setimnya dari berbagai periode kariernya, termasuk mantan bintang Manchester United David De Gea dan Donny van de Beek serta Lautaro Martinez, Davinson Sanchez, dan Siem de Jong, termasuk di antara mereka yang menyampaikan pesan dukungan secara terbuka saat bintang Wolfsburg itu kembali ke keluarganya untuk beristirahat.
Dokter tim Denmark, Boesen, memberikan harapan lebih lanjut bagi para penggemar selama konferensi pers pada Senin pagi. "Saya berbicara dengan Christian pagi ini dan dia dalam kondisi baik. Dia bersama keluarganya dan dalam suasana hati yang baik. Harapannya, dia akan segera dipulangkan dan bisa pulang ke rumah. Kami merawat para pemain dan staf dengan baik dan terus menjalin komunikasi dengan mereka," kata dokter tersebut sebelum gelandang tersebut resmi keluar dari rumah sakit.
Wolfsburg, klub yang membela Eriksen, juga mengeluarkan pernyataan mendukung pemain andalannya. "Kami memikirkanmu, Christian. Pertandingan internasional antara Denmark dan Ukraina hari ini harus dihentikan setelah Christian Eriksen pingsan. Menurut Asosiasi Sepak Bola Denmark, Christian dalam keadaan sadar dan kondisinya baik-baik saja. Dia telah dibawa ke Rumah Sakit Universitas Odense untuk pemeriksaan lebih lanjut," tulis Wolfsburg di Instagram.
"Kami menjalin kontak erat dengan Asosiasi Sepak Bola Denmark dan memantau perkembangan lebih lanjut. Semoga sukses dan cepat sembuh, Christian," tutup tim yang musim depan turun kasta ke Bundesliga 2 tersebut.
Setelah mengalami kolaps pada Piala Eropa 2021, Eriksen dipasangi alat yang disebut ICD. Alat tersebut merupakan kombinasi alat pacu jantung dan defibrillator. Dengan alat tersebut, Eriksen bisa melanjutkan karir sepak bolanya. Pemain 34 tahun tersebut kemudian menjadi andalan di lini tengah Brentford, Manchester United, dan kini Wolfsburg yang mengoleksi 10 assist dari 34 pertandingan di semua kompetisi musim 2025/2026.
Kondisi Eriksen yang stabil dan dukungan dari rekan-rekan serta klubnya memberikan harapan bagi penggemar sepak bola bahwa ia akan segera kembali ke lapangan dan melanjutkan karirnya dengan baik. Federasi Sepak Bola Denmark juga telah mengambil langkah-langkah untuk mendukung pemain-pemain mereka yang terkena dampak emosional dari insiden tersebut.
Kesimpulan, insiden kolaps Christian Eriksen di lapangan pertandingan antara Denmark dan Ukraina telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan penggemar sepak bola. Namun, dengan kondisi Eriksen yang stabil dan dukungan dari rekan-rekan serta klubnya, diharapkan ia akan segera kembali ke lapangan dan melanjutkan karirnya dengan baik.
