PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 25 Juni 2026 | Gianni Infantino, Presiden FIFA, baru-baru ini menerima penghargaan tertinggi dari Kosovo, sebuah negara yang telah mengalami banyak tantangan sejak memproklamasikan kemerdekaannya pada tahun 2008. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk pengakuan atas kontribusi Infantino dalam mengembangkan sepak bola di tingkat global, serta dukungannya yang kuat terhadap komunitas sepak bola di Kosovo.
Infantino telah memainkan peran kunci dalam memastikan Kosovo menjadi bagian dari komunitas sepak bola internasional. Pada tahun 2016, tidak lama setelah ia memulai jabatannya sebagai Presiden FIFA, Kosovo diterima sebagai anggota FIFA, membuka jalan bagi negara ini untuk berpartisipasi dalam kompetisi internasional. Ini merupakan langkah besar bagi Kosovo, yang sebelumnya menghadapi banyak hambatan dalam upaya mereka untuk diakui secara internasional.
Selain itu, Infantino juga telah menjadi tokoh kunci dalam mengembangkan infrastruktur sepak bola di Kosovo melalui program seperti FIFA Forward. Program ini telah membantu memperbaiki lapangan sepak bola, mengintroduksi teknologi Video Assistant Referee (VAR), dan meningkatkan kualitas pelatihan untuk wasit dan pelatih. Ini semua bertujuan untuk meningkatkan kualitas sepak bola di Kosovo dan memberikan kesempatan yang lebih baik bagi pemain muda untuk berkembang.
Namun, Infantino juga telah menghadapi kontroversi terkait keputusan untuk memperkenalkan jeda hidrasi wajib di Piala Dunia. Jeda ini, yang berlangsung tiga menit dan dilakukan pada menit ke-22 dan ke-67 pertandingan, telah menuai kritik dari banyak pihak. Banyak yang merasa bahwa jeda ini mengganggu alur pertandingan dan lebih berorientasi pada kepentingan komersial daripada kesejahteraan pemain.
Infantino membela keputusan ini, menyatakan bahwa jeda hidrasi tersebut diperlukan untuk memastikan kesejahteraan pemain, terutama dalam cuaca panas. Ia juga menekankan bahwa keputusan ini tidak dipengaruhi oleh pertimbangan komersial, karena semua perjanjian komersial telah ditandatangani sebelum keputusan ini diambil. Meskipun demikian, kritik terus mengalir, dengan banyak yang merasa bahwa jeda ini telah merusak ritme pertandingan dan memberikan keuntungan yang tidak adil kepada tim-tim tertentu.
Di luar kontroversi tersebut, Infantino juga telah mengumumkan bahwa ia akan hadir bersama Presiden Donald Trump untuk mempresentasikan trofi Piala Dunia kepada tim pemenang. Ini menandai momen historis, mengingat pentingnya Piala Dunia sebagai ajang sepak bola internasional terbesar.
Dalam kesimpulan, Gianni Infantino telah menunjukkan komitmennya yang kuat terhadap pengembangan sepak bola di seluruh dunia, terutama di negara-negara yang menghadapi tantangan. Meskipun menghadapi kontroversi, ia tetap fokus pada misi untuk membuat sepak bola lebih inklusif dan memberikan kesempatan yang sama bagi semua. Dengan terus menghadapi tantangan dan memperjuangkan keadilan dalam sepak bola, Infantino memperkuat posisinya sebagai pemimpin dalam dunia sepak bola internasional.
