Pengangguran di Indonesia: Antara Keterampilan dan Ekosistem Ekonomi

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 12 Agustus 2026 | Pengangguran menjadi salah satu isu yang cukup mendapat perhatian di Indonesia. Banyak faktor yang mempengaruhi tingkat pengangguran, mulai dari keterampilan individu hingga struktur ekonomi negara. Menurut data Badan Pusat Statistik, pada Agustus 2025, terdapat 904.440 orang dengan pendidikan tertinggi Diploma IV, S1, S2, dan S3 yang berada dalam kondisi menganggur.

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada kelompok pendidikan tersebut mencapai 5,39 persen, sementara TPT nasional berada pada 4,85 persen. Angka tersebut menunjukkan bahwa pendidikan tinggi tidak dengan sendirinya menjamin transisi yang mulus dari bangku kuliah menuju pekerjaan.

Baca juga:

Salah satu contoh kasus yang menarik perhatian adalah kasus Aripat, suami dari Nathalie Holscher. Aripat dituding sebagai pengangguran dan dianggap hanya numpang hidup kepada istrinya. Namun, Nathalie membela suaminya dengan menjelaskan bahwa Aripat memiliki rumah sendiri, tetapi rumah tersebut tidak sesuai untuk ditempati bersama setelah menikah.

Aripat sendiri bekerja sebagai pengusaha di bidang digital marketing dan industri kreatif. Ia pernah bekerja sebagai Sales Promotion Boy (SPB) di bazar fesyen, kemudian menjadi sales properti dan bekerja di perusahaan leasing. Dari pengalaman tersebut, ia kemudian mengembangkan kariernya hingga mendirikan Kece Entertainment, agensi yang bergerak di bidang digital marketing, branding, kampanye media sosial, dan promosi kreatif.

Baca juga:

Di sisi lain, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dan Jambi secara ekonomis memiliki kemiripan. Kedua daerah bertetangga ini sama-sama menyandarkan urat nadi perekonomiannya pada tumpuan yang serupa, seperti perkebunan kelapa sawit dan karet, subsektor pertanian, potensi pertambangan dan energi yang melimpah seperti migas dan batubara, serta geliat sektor perdagangan.

Namun, ketika masuk ke dalam peta dinamika pasar tenaga kerja, Sumsel berhasil menjaga persentase TPT di level yang lebih rendah, yaitu 3,60 persen per Mei 2026. Di sisi lain, Jambi unggul dalam hal proporsi penyerapan tenaga kerja di sektor formal.

Baca juga:

Kesimpulan dari fenomena pengangguran di Indonesia adalah bahwa pengangguran tidak hanya disebabkan oleh keterampilan individu, tetapi juga oleh struktur ekonomi negara. Diperlukan upaya yang lebih serius untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan pelatihan, serta mengembangkan sektor ekonomi yang lebih beragam dan kuat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *