PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 28 Mei 2026 | Di kancah sepakbola Indonesia, nama Persis dan Dewa United belakangan ini sering mencuri perhatian. Persis, yang merupakan salah satu tim terdegradasi di musim 2025/2026, berusaha bangkit dan memperbaiki kinerjanya. Sementara itu, Dewa United, yang finis di posisi ketujuh klasemen akhir dengan 53 poin dari 34 pertandingan, mencari cara untuk meningkatkan prestasinya.
Jan Olde Riekerink, pelatih Dewa United, memasrahkan masa depannya kepada manajemen tim. Ia menyadari bahwa target tinggi yang dipasang di awal musim tidak tercapai, tetapi ia tetap optimis dengan perkembangan tim. Di bawah arahannya, Dewa United telah berkembang menjadi salah satu kekuatan baru di sepakbola Indonesia, dengan finis sebagai runner-up kompetisi pada musim 2024-2025 dan merebut posisi ketiga di turnamen Piala Presiden 2025.
Riekerink juga mengenang perjalanan awalnya saat pertama kali datang ke Indonesia sekitar 3,5 tahun lalu. Ia menilai perkembangan fasilitas dan manajemen klub saat ini sudah mengalami perubahan besar. 'Saya mulai di sini 3,5 tahun yang lalu. Saya ingat tahun pertama kami berada di nomor 17, kami tidak memiliki fasilitas latihan atau semacamnya. Jadi saya juga berada di awal berdirinya klub ini. Jika Anda melihat sekarang apa yang telah dibangun oleh klub, ini luar biasa, ini sudah level Eropa,' kata Riekerink.
Sementara itu, Persis Solo mengalami musim berat 2025/2026 dengan terdegradasi dari Super League. Kiper utama Persis Solo, Muhammad Riyandi, merupakan satu-satunya pemain Timnas yang terdegradasi. Meski demikian, ia tetap dipanggil pelatih John Herdman untuk TC timnas jelang ASEAN Cup 2026.
Persebaya Surabaya menjadi satu-satunya tim 10 besar Super League 2025-2026 yang pemainnya tidak dipanggil ke Timnas Indonesia. Padahal, performa Persebaya cukup baik hingga akhirnya bisa finis di posisi keempat klasemen akhir Super League musim ini. Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, memberikan respons yang bijak dan tidak ingin memusingkan hal tersebut.
Dalam beberapa tahun terakhir, sepakbola Indonesia telah mengalami perubahan besar. Dengan perkembangan infrastruktur dan manajemen klub, tim-tim lokal berusaha meningkatkan kinerjanya di kancah nasional dan internasional. Persis dan Dewa United, beserta tim-tim lainnya, terus berjuang untuk meningkatkan prestasi dan membanggakan bangsa.
Kesimpulan, sepakbola Indonesia masih memiliki potensi besar untuk berkembang. Dengan adanya perubahan besar dalam infrastruktur dan manajemen klub, tim-tim lokal berusaha meningkatkan kinerjanya di kancah nasional dan internasional. Persis dan Dewa United, beserta tim-tim lainnya, terus berjuang untuk meningkatkan prestasi dan membanggakan bangsa.
