Timnas Indonesia Paling Dirugikan, Pelatih Irak Ungkap Kejanggalan di Ronde Keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 12 Mei 2026 | Tim nasional Irak, yang akrab dijuluki ‘Singa Mesopotamia’, berhasil memastikan satu tempat di Piala Dunia 2026. Keberhasilan ini menandai penampilan kedua mereka dalam ajang sepak bola paling bergengsi di dunia, setelah debut bersejarah pada tahun 1986.

Perjalanan menuju Piala Dunia kali ini tidaklah mudah. Irak harus melewati serangkaian pertandingan kualifikasi yang panjang dan penuh drama. Setelah perjuangan yang melelahkan tersebut, Irak tentu akan berusaha maksimal untuk memanfaatkan kesempatan bertanding di Amerika Utara.

Baca juga:

Bersama tim-tim kuat seperti Australia, Iran, Jepang, Qatar, Arab Saudi, dan Korea Selatan, serta dua tim debutan, yaitu Yordania dan Uzbekistan, Irak mengincar sejarah baru. Target mereka adalah meraih poin pertama di Piala Dunia, mengingat pada partisipasi perdana dahulu mereka tidak berhasil mengoleksi satu poin pun.

Timnas Irak memiliki catatan partisipasi yang terbatas di ajang Piala Dunia FIFA. Penampilan pertama mereka terjadi pada Piala Dunia FIFA 1986 di Meksiko. Saat itu, Irak tergabung di Grup B dan harus menelan kekalahan dalam ketiga pertandingan fase grup.

Sementara itu, pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, melihat Piala Asia 2027 bukan sekadar turnamen biasa. Baginya turnamen tersebut merupakan bagian penting dari proyek jangka panjang menuju Piala Dunia 2030.

Indonesia tergabung di Grup F Piala Asia 2027 bersama Jepang, Qatar, dan Thailand setelah undian resmi AFC digelar. Tim Merah Putih sudah harus menghadapi lawan-lawan berat sejak babak penyisihan grup.

Pelatih asal Inggris itu secara terbuka juga mengakui masih ada jarak kualitas yang cukup besar antara Indonesia dengan tim-tim elite Asia seperti Jepang dan Qatar. Ia ingin menjadikan Piala Asia ini sebagai sarana pembelajaran penting bagi para pemain.

Menurutnya, pengalaman menghadapi tim-tim kuat akan menjadi modal penting bagi perkembangan mental bertanding para pemain Indonesia di masa depan. Ini adalah kesenjangan yang harus kita tutup agar kita bisa lolos ke Piala Dunia 2030.

Baca juga:

Bagi mantan pelatih Timnas Kanada itu, perjalanan menuju level tertinggi tidak bisa dibangun secara instan. Timnas Indonesia harus melewati berbagai pertandingan besar untuk membentuk karakter dan pengalaman kolektif.

Dalam beberapa tahun terakhir, Irak menunjukkan kemajuan yang signifikan melalui program regenerasi pemain muda dan peningkatan kualitas liga domestik mereka. Julukan ‘Lions of Mesopotamia’ ini dikenal sebagai tim yang sangat tangguh saat bermain di kandang atau dalam turnamen di Asia.

Mereka memiliki organisasi permainan yang disiplin serta transisi secepat kilat yang seringkali merepotkan pertahanan lawan. Aymen Hussein, penyerang utama Irak, unggul dalam duel udara dan memiliki insting mencetak gol yang sangat tinggi.

Irak identik dengan gaya permainan yang agresif dan berintensitas tinggi. Kekuatan utama mereka terletak pada pressing cepat, keunggulan dalam duel fisik, serangan balik langsung, dan umpan-umpan silang ke dalam kotak penalti. Mentalitas bertanding juga menjadi salah satu senjata utama Irak.

Tim ini seringkali tampil dengan semangat juang yang membara dalam pertandingan-pertandingan besar. Selain itu, proses regenerasi pemain muda mulai membuat gaya permainan mereka menjadi lebih modern.

Dalam ronde keempat kualifikasi Piala Dunia 2026, Irak tampil dominan. Bergabung di Grup F bersama Vietnam, Filipina, dan Indonesia, mereka berhasil memenangkan keenam pertandingan. Prestasi impresif ini tidak hanya mengamankan tiket ke babak selanjutnya, tetapi juga memastikan partisipasi mereka di Piala Asia AFC 2027.

Baca juga:

Momentum positif ini sempat tertahan di babak ketiga kualifikasi. Irak tergabung di Grup B bersama tim-tim kuat seperti Korea Selatan, Yordania, Palestina, Oman, dan Kuwait. Meskipun memulai dengan langkah yang menjanjikan, konsistmen menjadi tantangan tersendiri bagi Singa Mesopotamia.

Namun demikian, mereka berhasil bangkit di babak kelima kualifikasi AFC yang berlangsung pada 13 hingga 18 November 2025. Pada babak kelima, Irak menghadapi Uni Emirat Arab. Leg pertama berakhir imbang 1-1 di Abu Dhabi, tetapi pada leg kedua di Basra, Irak meraih kemenangan dramatis dengan skor 2-1.

Gol penalti krusial dari Amir Al-Ammari pada menit ke-90+17 membawa Irak menang dengan agregat 3-2 sekaligus melaju ke babak play-off antarkonfederasi. Perlu diketahui, kampanye kualifikasi Irak untuk Piala Dunia 2026 ini tercatat sebagai salah satu yang terpanjang, yakni mencakup 21 pertandingan selama 28 bulan.

Pada babak play-off antarkonfederasi, Irak menunjukkan ketangguhan mental. Mereka berhasil mengalahkan Bolivia dengan skor 2-1 dalam turnamen play-off yang digelar di Stadion Monterrey, Meksiko. Gol-gol penentu dari Ali al-Hamadi dan Aymen Hussein memastikan Irak menjadi tim ke-48 sekaligus yang terakhir mengamankan tiket ke Piala Dunia 2026.

Dalam kesimpulan, Timnas Irak berhasil memastikan tempat di Piala Dunia 2026 setelah melewati perjalanan panjang dan penuh drama. Sementara itu, Timnas Indonesia masih berjuang untuk mencapai Piala Dunia 2030 dengan memanfaatkan Piala Asia 2027 sebagai sarana pembelajaran penting bagi para pemain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *