Wakil Asia Tampil Gemilang di Piala Dunia 2026, Apa Rahasianya?

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 17 Juni 2026 | Performa negara-negara Asia pada fase awal Piala Dunia 2026 menjadi salah satu sorotan menarik dalam beberapa hari terakhir. Hingga enam pertandingan yang telah dijalani, seluruh wakil Asia berhasil menjaga catatan tanpa kekalahan dengan mengoleksi dua kemenangan dan empat hasil imbang.

Pencapaian tersebut menunjukkan peningkatan daya saing tim-tim Asia di panggung sepak bola terbesar dunia. Meski belum semuanya menghadapi lawan unggulan, hasil yang diraih tetap menjadi modal penting untuk menghadapi laga-laga berikutnya.

Baca juga:

Korea Selatan menjadi tim Asia pertama yang menorehkan kemenangan setelah mengalahkan Republik Ceko dengan skor 2-1. Australia kemudian menyusul dengan kemenangan meyakinkan 2-0 atas Turki. Tim berjuluk Socceroos tampil disiplin sepanjang laga dan mampu mengamankan tiga poin berharga yang memperkuat posisi mereka di fase grup.

Sementara itu, empat wakil Asia lainnya harus puas berbagi angka. Qatar bermain imbang 1-1 melawan Swiss dalam pertandingan yang berlangsung ketat. Jepang juga menunjukkan mental kuat saat menahan Belanda dengan skor 2-2 setelah sempat berada dalam tekanan.

Arab Saudi turut menjaga tren tersebut usai menahan imbang juara dunia dua kali, Uruguay, dengan skor 1-1. Kapten Arab Saudi, Salem Al-Dawsari, bahkan menilai timnya pantas membawa pulang kemenangan penuh dari laga tersebut.

Wakil keenam, Iran, melengkapi rekor positif ini lewat hasil dramatis melawan Selandia Baru. Dua kali tertinggal melalui gol-gol Elijah Just, Iran selalu mampu menyamakan kedudukan lewat Ramin Rezaeian dan Mohammad Mohebbi hingga skor 2-2 bertahan sampai laga usai.

Rangkaian hasil positif ini menjadi pencapaian tersendiri, mengingat sebagian besar wakil Asia tersebut dipandang sebelah mata jelang turnamen dimulai. Peluang mencetak sejarah baru masih terbuka lebar bagi sepak bola Asia.

Baca juga:

Timnas Australia di Piala Dunia 2026 diperkuat lima pemain dari liga top Eropa, menjadi modal penting menghadapi persaingan ketat di turnamen tersebut. Pada laga pertama kontra Turki, Patrick Beach tampil gemilang menggantikan Mathew Ryan, sementara Alessandro Circati dan Connor Metcalfe berperan besar dalam kemenangan 2-0.

Beberapa pemain senior seperti Jackson Irvine mulai tergeser oleh generasi muda, sedangkan Cristian Volpato masih menunggu kesempatan tampil di pertandingan berikutnya.

Dalam beberapa hari terakhir, Piala Dunia 2026 juga diwarnai dengan insiden yang melibatkan wasit asal Australia Shaun Evans. Ia mesti berurusan dengan Komite Disiplin FIFA saat dirinya bertugas menjadi wasit Video Assistant Referee (VAR) di Piala Dunia 2026.

Sebelum kick-off, tayangan televisi akan menyorot para wasit yang berada di ruang VAR. Wasit-wasit ini nantinya akan memberi pertimbangan kepada wasit utama di lapangan untuk mengambil keputusan. Nah, saat kamera menyorot Shaun Evans, ada gesture kecil yang kemudian menjadi viral dan berbuntut panjang.

Tangan kanan Evans membentuk gestur “oke” dengan ibu jari dan telunjuk yang dirapatkan sementara 3 jari lainnya terbuka. Gestur ini dinilai mirip dengan simbol supremasi kulit putih “White Power”, yang berasal dari 3 jari sebagai inisial W dan ibu jari-telunjuk ke bawah seperti huruf P.

Baca juga:

Karena kejadian ini viral di media sosial, FIFA pun meminta klarifikasi dari Evans, karena dinilai bisa mencederai kampanye antidiskriminasi dari induk sepak bola dunia itu.

Di luar lapangan, kebijakan tarif tambahan Amerika Serikat (AS) berpotensi menekan kinerja ekspor mebel nasional, terutama dalam jangka pendek. Namun, besaran dampak yang ditanggung industri akan sangat bergantung pada posisi tarif Indonesia dibandingkan negara-negara pesaing.

Ketua Umum Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (Himki) Abdul Sobur menyebut, dalam jangka pendek, penerapan tarif tambahan dapat membuat importir di AS lebih berhati-hati dalam melakukan kontrak pembelian baru. Sejumlah pembeli diperkirakan memilih menunda pemesanan hingga terdapat kepastian mengenai arah kebijakan perdagangan Washington.

Di tengah persaingan ketat Piala Dunia 2026, wakil Asia terus menunjukkan peningkatan daya saing. Dengan modal positif yang telah diraih, mereka berharap dapat melanjutkan tren ini hingga akhir turnamen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *