Mengenal Fenomena Pocong Jadi-Jadian: Antara Hoaks dan Keadiran Pengamen

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 23 Mei 2026 | Isu pocong jadi-jadian yang disebut-sebut sebagai modus kriminal kembali mengemuka di beberapa wilayah, termasuk Tangerang dan Jakarta. Namun, polisi memastikan bahwa isu tersebut adalah hoaks.

Menurut Kapolsek Kalideres Kompol Rihold Sihotang, tidak ada kejadian yang membuktikan adanya aksi kriminal dengan modus pocong di wilayah Kalideres. Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang beredar di media sosial tanpa memastikan kebenarannya terlebih dahulu.

Baca juga:

Sementara itu, polisi di wilayah Tangerang Selatan juga ikut menelusuri kabar viral soal pocong yang disebut membawa senjata tajam dan meresahkan warga saat malam hari. Hasil penyelidikan sementara, sosok pocong tersebut ternyata hanya pengamen yang mengenakan kostum pocong untuk menarik perhatian warga.

Menurut Kapolsek Ciputat Timur, Kompol Bambang Askar Sodiq, kesaksian pedagang bahwa memang benar itu pengamen yang pakai cosplay pocong. Ia juga mengimbau agar masyarakat tidak mudah percaya dengan informasi yang tersebar di media sosial dan bijak menggunakan media sosial.

Baca juga:

Sosiolog Rakhmat Hidayat menilai fenomena semacam itu akan terus berulang di masyarakat Indonesia karena adanya kedekatan budaya dengan narasi supernatural yang telah hidup lama dalam ingatan kolektif masyarakat. Ia juga menyebut kondisi tersebut sebagai “collective fear” atau ketakutan kolektif, yakni rasa takut yang muncul bukan semata karena fakta, melainkan karena simbol tertentu sudah memiliki makna menyeramkan di benak masyarakat.

Media sosial turut mempercepat penyebaran isu mistis di tengah masyarakat. Informasi kecil yang belum jelas kebenarannya dapat berkembang menjadi kepanikan sosial karena terus direkam, dibagikan, dan ditambah-tambahi oleh masyarakat.

Baca juga:

Dalam beberapa kasus, isu pocong jadi-jadian telah membuat warga resah dan khawatir. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap informasi yang beredar di media sosial dan selalu memastikan kebenarannya terlebih dahulu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *