Kasus Korupsi Jadi Titik Balik, Ini Langkah-Langkah Pembenahan MBG

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 15 Juni 2026 | Kasus korupsi di Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi titik balik untuk melakukan evaluasi besar-besaran terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Di bawah kepemimpinan baru, BGN berbenah diri dengan menyiapkan sederet langkah pembenahan.

Terobosan yang disiapkan di antaranya, mulai dari penataan ulang penerima manfaat, pembenahan dapur, penyusunan skema baru distribusi bagi wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta pelibatan mahasiswa mengawasi program MBG.

Baca juga:

Penataan menyeluruh dilakukan akan mulai dari evaluasi ribuan titik layanan, perhitungan ulang kebutuhan anggaran hingga pembenahan tata kelola dapur MBG agar program unggulan Presiden Prabowo Subianto itu berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.

Badan Gizi Nasional (BGN) juga mempertimbangkan untuk menghentikan pemberian MBG di sekolah-sekolah yang siswanya sudah memiliki akses gizi yang baik. BGN akan memfokuskan program MBG kepada anak-anak dan kelompok yang benar-benar membutuhkan intervensi gizi.

Sementara itu, Wakil Ketua KONI Batu, Sinal Abidin, terseret kasus pengeroyokan dan merupakan mantan narapidana kasus korupsi. Ia pernah dijatuhi hukuman pidana penjara selama 1 tahun 8 bulan karena terbukti melakukan tindak pidana korupsi.

Baca juga:

Di lain pihak, mantan Wakil Ketua Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya, mengajukan permohonan justice collaborator (JC) yang dinilai berpotensi menjadi pembalik arah atau ‘game changer’ dalam penanganan kasus dugaan korupsi tata kelola Makan Bergizi Gratis (MBG).

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga menggelar Program Penguatan Antikorupsi untuk Penyelenggara Negara Berintegritas (PAKU Integritas) Tahun 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 62 peserta yang terdiri atas wakil gubernur, pimpinan DPRD provinsi, sekretaris daerah, serta pasangan masing-masing.

KPK berharap putusan tersebut memberi efek jera bagi pelaku korupsi, terutama terkait pelayanan publik, perizinan, maupun sertifikasi. Perkara ini menjadi pengingat bahwa praktik korupsi di sektor pelayanan publik tidak bisa ditoleransi.

Baca juga:

Kesimpulan dari kasus-kasus korupsi tersebut adalah bahwa pencegahan korupsi harus dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan. Diperlukan kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga swadaya masyarakat untuk mencegah dan memberantas korupsi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *