BBRI Optimis Penyaluran KUR Perumahan Tembus Rp12 Triliun di Tahun 2026

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 15 Juni 2026 | PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) atau BRI optimistis bahwa penyaluran Kredit Pembiayaan Perumahan (KPP) atau KUR Perumahan akan mencapai Rp12 triliun sepanjang tahun ini. Direktur Consumer Banking BBRI, Aris Hartanto, mengatakan bahwa optimisme ini didukung oleh minat masyarakat yang tinggi terhadap KUR Perumahan.

BBRI awalnya memiliki kuota penyaluran KUR Perumahan sebesar Rp8 triliun yang telah terserap sepenuhnya. Kemudian, mereka mendapatkan kuota tambahan menjadi Rp12 triliun hingga akhir Desember nanti. Hingga saat ini, BBRI telah menyalurkan Rp9,21 triliun, sehingga mereka yakin target Rp12 triliun akan tercapai.

Baca juga:

BBRI juga berencana untuk terus memperkuat sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta menjadi motor penggerak pembiayaan hunian untuk menyukseskan program pembangunan 3 juta rumah. Selain itu, mereka telah menyalurkan kembali Rp340 miliar KUR Perumahan yang dirasakan oleh 867 debitur dalam kurun waktu seminggu terakhir.

Sementara itu, saham-saham perusahaan pelat merah, termasuk BBRI, memimpin penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal perdagangan Senin. IHSG menguat signifikan dengan raihan 302,07 poin (5,03 persen) ke 6.309,7. Beberapa penggerak utama bursa pagi ini salah satunya berasal dari jajaran saham perbankan BUMN.

Baca juga:

BBRI juga berencana untuk melakukan pembelian kembali saham atau buyback senilai Rp500 miliar. Langkah ini dilakukan di tengah dorongan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) agar bank-bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) melakukan buyback untuk membantu menjaga stabilitas pasar keuangan.

Kinerja BBRI dan saham-saham perusahaan pelat merah lainnya diprediksi akan terus membaik, sehingga investasi di sektor ini diharapkan dapat memberikan imbal hasil yang menjanjikan bagi para investor.

Baca juga:

Kesimpulan, BBRI optimistis bahwa penyaluran KUR Perumahan akan mencapai Rp12 triliun di tahun 2026, dan mereka berencana untuk terus memperkuat sektor UMKM serta menjadi motor penggerak pembiayaan hunian. Sementara itu, saham-saham perusahaan pelat merah, termasuk BBRI, memimpin penguatan IHSG, dan BBRI berencana untuk melakukan buyback senilai Rp500 miliar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *