PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 01 Mei 2026 | Bank Mandiri (BMRI) resmi mengumumkan pembagian dividen senilai Rp44,47 triliun pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang berlangsung di Jakarta pada 29 April 2026. Jumlah ini setara dengan 79% dari laba bersih konsolidasi tahun buku 2025 sebesar Rp56,3 triliun, menandai rekor tertinggi dalam sejarah perseroan.
Dividen tersebut dibagi dalam dua tahap. Sebagian interim sebesar Rp9,3 triliun telah dibayarkan pada 14 Januari 2026, sementara sisa dividen akan disalurkan setelah RUPST selesai. Dengan harga penutupan saham BMRI pada hari RUPST mencapai Rp4.430 per lembar, dividend yield tercatat 10,77%, salah satu yang tertinggi di antara emiten perbankan nasional dan menjadi magnet bagi investor pada tahun 2026.
Total dividend per share (DPS) mencapai Rp476,95, naik dari Rp466,18 pada tahun sebelumnya, menegaskan peningkatan profitabilitas bank.
Kinerja Keuangan 2025-2026
- Laba bersih konsolidasi 2025: Rp56,3 triliun
- Laba bersih kuartal I 2026: Rp15,4 triliun (pertumbuhan 16,6% YoY)
- Return on Equity (ROE): 22,1%
- Capital Adequacy Ratio (CAR): 19,7%
- Kredit bank only: Rp1.530 triliun (naik 17,4% YoY)
- Dana Pihak Ketiga (DPK): Rp2.106 triliun (kenaikan 23,9% YoY)
- Non‑Performing Loan (NPL) gross: 0,98%
Pertumbuhan kredit yang mencapai 13,4% secara tahunan menjadi pendorong utama peningkatan laba. Bank Mandiri menyalurkan kredit ke sektor produktif, UMKM, dan korporasi, memperkuat peranannya sebagai motor penggerak ekonomi nasional.
Strategi Buyback Saham
Selain pembagian dividen, RUPST menyetujui program pembelian kembali saham (buyback) maksimal Rp1,17 triliun yang akan dilaksanakan hingga 29 April 2027. Saham yang dibeli akan disimpan sebagai saham treasuri dan dialokasikan dalam program kepemilikan saham bagi karyawan, direksi, dan komisaris non‑independen, sesuai regulasi OJK. Langkah ini mencerminkan kepercayaan manajemen terhadap prospek jangka panjang perusahaan.
Visi dan Komitmen Manajemen
Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, menegaskan bahwa keputusan pembagian dividen dan buyback mencerminkan kepercayaan pemegang saham terhadap fundamental yang solid serta strategi pertumbuhan berkelanjutan. Ia menambahkan, Bank Mandiri akan terus memperkuat tata kelola, memperluas layanan digital, serta mendukung agenda pemerintah dalam pengembangan UMKM dan infrastruktur.
Prospek Kedepan
Dengan modal yang kuat, kualitas aset terjaga, dan likuiditas yang sehat, Bank Mandiri berada pada posisi strategis untuk menghadapi tantangan ekonomi global. Target pertumbuhan kredit tetap agresif namun selektif, sementara inovasi digital diharapkan meningkatkan efisiensi operasional dan jangkauan nasabah.
Secara keseluruhan, kombinasi antara dividen besar, buyback saham, dan kinerja keuangan yang mengesankan menegaskan posisi Bank Mandiri sebagai salah satu blue‑chip unggulan di sektor perbankan Indonesia.
