Pemerintah Beri Subsidi Kedelai dan Energi untuk Stabilisasi Ekonomi

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 07 Juli 2026 | Pemerintah Indonesia telah mengambil langkah-langkah untuk menjaga stabilitas ekonomi di tengah ketidakpastian global. Salah satu kebijakan yang diambil adalah memberikan subsidi kedelai sebesar Rp2.000 per kilogram bagi perajin tahu dan tempe. Kebijakan ini diharapkan dapat menjaga biaya produksi pelaku usaha tahu dan tempe di tengah fluktuasi harga kedelai global.

Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, kuota subsidi yang disiapkan pemerintah mencapai 250 ribu ton. Angka tersebut setara sekitar 10 persen dari kebutuhan kedelai nasional yang mencapai 2,5 juta ton per tahun. Subsidi akan diberikan ketika harga kedelai berada di atas harga acuan pembelian yang telah ditetapkan pemerintah.

Baca juga:

Selain subsidi kedelai, pemerintah juga memperpanjang bantuan pangan bagi 33,24 juta penerima manfaat selama Juli hingga September 2026 dengan anggaran Rp17,54 triliun. Kebijakan ini diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian global.

Di sisi lain, pemerintah juga telah merealisasikan belanja subsidi dan kompensasi sebesar Rp233 triliun hingga semester I 2026. Nilai tersebut setara 52,1 persen dari pagu Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026. Realisasi ini meningkat 44,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Baca juga:

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa kenaikan subsidi dan kompensasi energi dipengaruhi oleh fluktuasi harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP), pergerakan nilai tukar rupiah, serta meningkatnya konsumsi BBM bersubsidi, LPG 3 kilogram, dan listrik bersubsidi.

Pemerintah juga telah merealisasikan anggaran subsidi dan kompensasi sebesar Rp233 triliun atau 52,1 persen dari pagu APBN hingga Semester I-2026. Jumlah tersebut terdiri atas subsidi sebesar Rp116 triliun dan kompensasi sebesar Rp116,9 triliun, naik 44,4 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.

Baca juga:

Peran APBN dinilai sangat strategis sebagai shock absorber dalam menjaga stabilitas perekonomian dan daya beli masyarakat di tengah geopolitik dan ketidakpastian global. Hal itu terlihat dari keputusan pemerintah yang tidak menaikkan harga BBM subsidi di tengah kenaikan harga energi global.

Kesimpulan dari kebijakan pemerintah ini adalah bahwa pemerintah berusaha untuk menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian global. Dengan memberikan subsidi kedelai dan energi, pemerintah diharapkan dapat menjaga biaya produksi pelaku usaha dan menjaga daya beli masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *