PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 25 April 2026 | Praka Rico Pramudia, seorang prajurit TNI Angkatan Darat berpangkat Prajurit Kepala, meninggal dunia pada Jumat, 24 April 2026 setelah menjalani perawatan intensif di rumah sakit St. George, Beirut. Ia tewas akibat luka berat yang diderita saat pos UNIFIL di Adchit Al Qusayr, Lebanon Selatan, diserang proyektil pada 29 Maret 2026. Kejadian ini menambah daftar korban TNI yang berjuang dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di wilayah yang terus bergejolak.
Menurut Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, kematian Praka Rico Pramudia menimbulkan duka mendalam bagi keluarga, institusi militer, dan seluruh bangsa. Istrinya, Yulia Putri, dan anak balita mereka yang masih kecil kini harus menanggung beban kehilangan sosok ayah dan suami yang dikenal aktif dalam kegiatan keagamaan serta organisasi Persit Kartika Chandra Kirana. Keluarga Rico tetap berada di Aceh, tempat asalnya, dan menerima dukungan penuh dari pemerintah serta masyarakat.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menegaskan bahwa Indonesia mengutuk keras serangan Israel yang menargetkan wilayah Lebanon, termasuk insiden yang menewaskan prajurit TNI. Pernyataan resmi menekankan komitmen Indonesia untuk menuntut investigasi menyeluruh oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa serta menolak segala bentuk agresi yang mengancam stabilitas kawasan. Dalam pernyataan tersebut, Kemlu menyatakan dukungan moral bagi keluarga almarhum dan menegaskan sikap Indonesia yang konsisten dalam menolak kekerasan.
Berbagai pihak, termasuk pejabat militer dan diplomatik, memberikan penghormatan kepada almarhum melalui upacara pemakaman militer di Taman Makam Pahlawan Tebing Tinggi, Sumatera Utara. Upacara yang dipimpin oleh Panglima TNI menampilkan prosesi penghormatan, penempatan bendera berkibarlah setengah tiang, serta penyampaian pidato yang menyoroti dedikasi Rico dalam melaksanakan tugas negara di luar negeri. Kemenhub menyiapkan transportasi resmi untuk mengangkut jenazah kembali ke tanah air.
Berikut rangkaian kronologis peristiwa penting terkait gugurnya Praka Rico Pramudia:
- 29 Maret 2026 – Pos UNIFIL di Adchit Al Qusayr diserang proyektil, Rico mengalami luka serius.
- 30 Maret 2026 – Rico dilarikan ke rumah sakit St. George, Beirut dengan helikopter medis.
- 23 April 2026 – Setelah hampir satu bulan perawatan intensif, kondisi Rico dinyatakan kritis.
- 24 April 2026 – Praka Rico Pramudia dinyatakan meninggal dunia.
- 25 April 2026 – Kemenhan mengeluarkan pernyataan duka cita resmi.
- 26 April 2026 – Kemlu mengumumkan kutukan keras Indonesia terhadap serangan Israel.
- 27 April 2026 – Upacara pemakaman militer di TMP Tebing Tinggi dilaksanakan.
Kematian almarhum menimbulkan pertanyaan mengenai keamanan personel Indonesia yang tergabung dalam misi perdamaian internasional. Para ahli menilai bahwa situasi di Lebanon Selatan tetap rapuh, dengan ketegangan yang dapat memicu eskalasi konflik. Pemerintah Indonesia berkomitmen memperkuat protokol keamanan serta meningkatkan koordinasi dengan otoritas PBB untuk melindungi pasukan perdamaian.
Di samping aspek militer, insiden ini memperkuat posisi diplomatik Indonesia di forum internasional. Dengan mengutuk serangan Israel, Indonesia menegaskan prinsip kedaulatan, hak asasi manusia, dan pentingnya penyelesaian damai melalui dialog. Pemerintah berharap PBB dapat mengeluarkan resolusi yang menuntut investigasi independen serta menahan aksi agresi yang dapat memperburuk penderitaan warga sipil.
Kepergian Praka Rico Pramudia sekaligus menjadi pengingat akan pengorbanan para prajurit yang berjuang di luar negeri demi menjaga perdamaian dunia. Keluarga, rekan-rekan, serta bangsa Indonesia diharapkan terus mengingat jasa-jasanya, sambil terus mendukung upaya diplomatik yang menegakkan keadilan dan keamanan di kawasan Timur Tengah.
