Tottenham degradasi? De Zerbi Keras Minta Pemain ‘Mati-matian’ di Lapangan untuk Hindari Bawah!

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 03 Mei 2026 | Tottenham Hotspur kini berada dalam posisi genting di papan klasemen Premier League 2025/2026. Dengan hanya empat laga tersisa, sang klub berada di peringkat ke-18 dengan 34 poin, terpaut dua poin dari zona aman yang dipegang West Ham United. Tekanan untuk menghindari degradasi semakin menguat, terutama setelah hasil imbang melawan Brighton yang mengingatkan pada tragedi 1977.

Manajer asal Italia, Roberto De Zerbi, tidak menyembunyikan kegelisahan. Dalam konferensi pers menjelang laga melawan Aston Villa pada 4 Mei 2026, ia menegaskan perlunya semangat juang tanpa kompromi. “Kita harus mati‑matian di lapangan,” ujar De Zerbi, menolak segala alasan negatif yang beredar di antara staf, pemain, bahkan suporter.

Baca juga:

Menurut De Zerbi, budaya mengeluh telah menjadi musuh utama Spurs musim ini. Ia menekankan bahwa meski cedera melanda, seperti Xavi Simons (ACL), Dominic Solanke, Guglielmo Vicario, dan James Maddison, tim tidak boleh menjadikan hal tersebut sebagai alasan kegagalan.

  • Xavi Simons – cedera ligamen krusial (ACL)
  • Dominic Solanke – cedera otot hamstring
  • Guglielmo Vicario – cedera pergelangan kaki
  • James Maddison – kembali dari cedera, kini menjadi opsi cadangan

De Zerbi menegaskan, “Suara negatif di dalam kepala kita, staf, hingga fans selalu memproduksi pikiran yang menenggelamkan. Kita harus menyingkirkan itu dan fokus pada kualitas tim.” Ia menambahkan, “Jika Tottenham menang di Villa Park, itu bukan keajaiban. Kami memiliki kualitas untuk menang, asalkan semua orang berani berjuang.”

Dalam upaya mengembalikan kepercayaan diri, De Zerbi mengandalkan beberapa pemain kunci. James Maddison, playmaker berpengalaman, kini kembali ke daftar pemain cadangan dan diharapkan dapat menjadi pembeda di sisa musim. Di sisi lain, penampilan Mason Greenwood menjadi sorotan, meskipun De Zerbi sebelumnya harus meminta maaf atas komentar yang dianggap menyinggung isu kekerasan terhadap perempuan.

Baca juga:

Jadwal sisa kompetisi Tottenham tidak memberi ruang untuk kemalasan. Setelah Aston Villa, Spurs harus menaklukkan Leeds United, Chelsea, dan Everton. Setiap poin sangat berarti untuk menghindari zona degradasi yang terakhir kali dirasakan pada 1977. De Zerbi menekankan pentingnya konsistensi: “Kita harus berjuang di lapangan. Sebelum kalah, kita harus berjuang terlebih dahulu.”

Selain tekanan domestik, De Zerbi juga memperhatikan performa lawan. Aston Villa, yang berada di peringkat kelima dengan 58 poin, tengah berjuang meraih tiket UEFA Champions League. Menyadari kualitas lawan, De Zerbi tetap optimis, “Kita bisa menang, meskipun kita juga bisa kalah. Ini pertandingan yang bisa dimenangkan.”

Secara taktik, De Zerbi berencana menurunkan formasi yang menekankan pressing tinggi dan transisi cepat, mengandalkan kecepatan sayap serta kreativitas Maddison di lini tengah. Ia juga berharap agar para pemain senior mengembalikan mentalitas juara yang pernah menjadi ciri khas Tottenham.

Baca juga:

Dengan tekanan yang semakin berat, De Zerbi menutup konferensi pers dengan pernyataan tegas: “Ini memang waktu yang sulit, tetapi semakin sulit situasinya, semakin kita harus berjuang.” Harapan besar kini terletak pada kemampuan tim untuk menyingkirkan pikiran negatif, mengaktifkan semangat juang, dan mengamankan poin krusial dalam empat laga terakhir.

Jika Spurs berhasil mengumpulkan setidaknya 7 poin dari sisa pertandingan, mereka berpeluang melampaui West Ham dan mengamankan tempat aman di Liga Inggris. Sebaliknya, kegagalan akan menambah daftar klub yang terpaksa turun ke divisi rendah, sebuah skenario yang jelas tak diinginkan oleh manajemen, pemain, maupun pendukung setia Tottenham Hotspur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *