Rombongan Perdana Haji Khusus Indonesia Tiba di Madinah, Program Arbain 8‑10 Hari Dijamin Pengawasan Ketat

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 03 Mei 2026 | Sabtu (2/5/2026) menandai kedatangan pertama jemaah haji khusus Indonesia di kota suci Madinah. Sebanyak 42 orang, terdiri atas 39 jamaah haji dan tiga petugas pendamping, turun dari pesawat Etihad Airways EY631 di Bandara Prince Mohammad Bin Abdul Aziz. Kedatangan mereka disambut hangat oleh Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Daerah Kerja (Daker) Bandara serta tim pengawasan haji khusus setempat.

Pembimbing ibadah Patuna Travel, Ahmad Saifuddin, menjelaskan bahwa rombongan ini akan menjalani program Arbain selama delapan hingga sepuluh malam di Madinah. Arbain, yang secara harafiah berarti angka 40, melibatkan pelaksanaan salat fardhu sebanyak 40 kali di Masjid Nabawi, sekaligus memperdalam pemahaman nilai-nilai yang diajarkan Nabi Muhammad SAW.

Baca juga:

Secara umum, rangkaian ibadah haji khusus tidak berbeda secara ritus dengan haji reguler. Namun, durasi keseluruhan perjalanan dipersingkat menjadi sekitar tiga puluh hari, dibandingkan dengan empat puluh hari bagi jamaah reguler. Setelah menyelesaikan program Arbain, jamaah akan melanjutkan perjalanan ke Makkah untuk melaksanakan tahapan utama haji, termasuk tawaf ifadah, sai, dan tahalul awal.

  • Jumlah jamaah haji khusus tahun ini diperkirakan mencapai 1.100 orang, terbagi dalam 26 kelompok (bus).
  • Masa tinggal di Madinah bervariasi antara empat hingga sepuluh hari, tergantung paket yang dipilih.
  • Waktu tunggu untuk haji khusus jauh lebih singkat, berkisar antara lima hingga enam tahun, dibandingkan dengan haji reguler yang dapat mencapai dua puluh enam tahun.

Kepala PPIH Arab Saudi Daker Bandara, Abdul Basir, menegaskan bahwa kedatangan jemaah haji khusus akan berlangsung bergelombang, tidak hanya di Madinah tetapi juga di Jeddah, selama beberapa minggu ke depan. Ia menambahkan bahwa koordinasi antara otoritas Saudi dan Kementerian Haji dan Umrah Indonesia terus dipertahankan untuk memastikan kelancaran layanan, mulai dari akomodasi, katering, hingga bimbingan ibadah.

Baca juga:

Juru bicara Kementerian Haji dan Umrah RI, Maria Assegaf, dalam konferensi pers pada 3 Mei 2026 mengonfirmasi bahwa operasional haji 1447 Hijriah telah memasuki hari ke-13 dengan proses pergerakan jamaah dari Madinah ke Makkah berjalan tertib. Ia menyampaikan bahwa hingga hari tersebut, sebanyak 184 kelompok (total 71.362 jamaah dan 733 petugas) telah tiba di Madinah, sementara 36 kelompok (14.503 jamaah) sudah berada di Makkah untuk melanjutkan ibadah.

Kasubdit Pengawasan Haji Khusus, Dani Pramudya, menekankan pentingnya pengawasan menyeluruh terhadap penyelenggaraan haji khusus, termasuk hak-hak jamaah, kualitas konsumsi, serta keamanan perjalanan. Ia menilai bahwa model haji khusus memberikan nilai tambah bagi jamaah yang menginginkan proses lebih singkat tanpa mengorbankan kualitas ibadah.

Baca juga:

Secara keseluruhan, peluncuran layanan haji khusus ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi calon jamaah yang mengidamkan pengalaman ibadah yang intensif namun lebih efisien dalam hal waktu. Dengan dukungan penuh dari otoritas Saudi dan Indonesia, diharapkan jemaah dapat merasakan ketenangan spiritual sambil menikmati fasilitas yang terjamin kualitasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *