PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 03 Mei 2026 | Aktris muda Niken Anjani kembali menjadi sorotan utama pada acara gala premiere film Dilan ITB 1997 yang digelar di Plaza Senayan, Jakarta. Penampilannya yang memikat didukung oleh pilihan busana yang tak terlupakan: sebuah gaun hijau elegan yang dirancang khusus oleh desainer muda asal Bandung, label @bycatherineamara.
Gaun panjang hingga betis itu menampilkan siluet klasik era 90-an, dipadu dengan sentuhan kontemporer yang segar. Detail punggung terbuka serta aksen pleats menambah dimensi visual, sementara warna hijau dipilih karena kesan fresh namun tetap berkelas. “Saya pilih warna hijau karena fresh namun tetap elegant,” ujar Niken dalam wawancara singkat setelah acara.
Selain potongan busana, penampilan Niken didukung oleh tim profesional. Riasan natural glam yang menonjolkan mata dan kulit lembut dikerjakan oleh makeup artist @kunsoomakeupartist, sedangkan stylist @fherriioo mengatur keseluruhan tampilan, termasuk rambut soft‑wave yang menambah kesan romantis.
- Desainer: @bycatherineamara (Bandung)
- Makeup Artist: @kunsoomakeupartist
- Stylist: @fherriioo
- Detail Busana: Punggung terbuka, aksen pleats, panjang betis
- Warna: Hijau segar
Film Dilan ITB 1997, yang disutradarai bersama oleh Pidi Baiq dan Fajar Bustomi, mengisahkan kehidupan mahasiswa Institut Teknologi Bandung pada akhir 1990‑an. Niken memerankan Ancika, sosok perempuan yang terjalin kisah cintanya dengan Dilan (diperankan oleh aktor utama) di tengah atmosfer kampus yang penuh semangat. Film tersebut resmi tayang di seluruh bioskop Indonesia sejak 30 April 2026 dan langsung mengundang nostalgia generasi yang tumbuh pada era tersebut.
Reaksi publik terhadap penampilan Niken sangat positif. Banyak penggemar fashion dan pecinta film menilai bahwa gaun hijau elegan tersebut berhasil menghidupkan kembali estetika 90‑an dengan cara yang modern. Beberapa komentar di media sosial menyebutkan bahwa pilihan warna hijau memberikan kesan segar yang kontras dengan nuansa gelap film, sekaligus menonjolkan kepercayaan diri sang aktris.
Acara gala sendiri dipenuhi bintang tamu lain, media, serta tokoh industri kreatif. Selama jamuan, para tamu menikmati hidangan khas Indonesia sambil menonton trailer eksklusif yang menampilkan potongan-potongan penting film. Suasana meriah ini menegaskan kembali posisi Dilan ITB 1997 sebagai salah satu proyek sinematik paling dinanti tahun ini.
Di balik sorotan visual, produksi film juga menaruh perhatian pada akurasi historis. Set‑up kampus, kostum mahasiswa, serta kendaraan era 90‑an dipilih dengan cermat untuk menambah keautentikan. Niken Anjani, yang sebelumnya dikenal lewat peran dalam serial televisi, menyatakan bahwa peran Ancika menantang karena harus menyeimbangkan karakter modern dengan nuansa retro.
Keseluruhan, penampilan Niken Anjani dengan gaun hijau elegan tidak hanya menjadi highlight fashion di premier tersebut, tetapi juga memperkuat narasi film yang menonjolkan semangat era 90‑an. Dengan kolaborasi antara desainer muda, tim styling, dan artis itu sendiri, malam gala menjadi bukti bahwa gaya klasik dapat diinterpretasikan kembali secara segar dan relevan bagi generasi masa kini.
