PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 14 April 2026 | Jakarta, 14 April 2026 – Polisi Metro Jakarta Pusat berhasil mengamankan seorang pria berinisial DP, usia 27 tahun, yang diduga melakukan pemalakan (palak) terhadap sopir bajaj di kawasan Pasar Tanah Abang. Aksi pemalakan yang sempat menjadi viral di media sosial ini ditangkap berkat respons cepat satuan Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat serta kerja sama lintas instansi termasuk Satpol PP, Dishub, dan aparat kecamatan.
Menurut keterangan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, pelaku melancarkan aksi secara mandiri tanpa didampingi kelompok. “Pelaku beraksi sendiri. Belum pernah terkena tindak pidana sebelumnya,” ujar Roby dalam wawancara pada Selasa (14/4/2026). Motif yang diidentifikasi polisi adalah masalah ekonomi. “Motifnya ya ekonomi,” tambahnya, menegaskan bahwa tekanan finansial menjadi pendorong utama aksi premanisme ini.
Video yang beredar di Instagram (@jakarta.terkini) dan TikTok (@Itsremiaa) menampilkan momen ketika DP menghampiri sopir bajaj yang sedang mengantar penumpang. Dalam rekaman, pelaku menuntut uang tunai sebesar Rp100.000 per hari, sebuah modus yang dikenal sebagai “uang setoran”. Sopir yang menjadi korban mengaku harus menyerahkan uang tersebut setiap hari demi menghindari ancaman atau tindakan kekerasan.
Setelah penangkapan, DP dibawa ke Polsek Metro Tanah Abang untuk dimintai keterangan. Hasil tes urine menunjukkan tidak terdeteksi narkoba. Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Reynold EP Hutagalung menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir aksi premanisme dalam bentuk apapun. “Kami pastikan setiap tindakan yang meresahkan masyarakat, sekecil apa pun, akan kami tindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.
Kasus ini memicu reaksi dari pejabat daerah. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan dukungan penuh terhadap penindakan premanisme. “Kami sudah melihat video tersebut dan akan memberikan dukungan penuh kepada Satpol PP, Dishub, dan kepolisian untuk menindak tegas pelaku,” ujarnya pada Jumat (14/4/2026). Pramono menambahkan komitmen DKI Jakarta untuk memperkuat pengawasan di kawasan rawan pungli, termasuk penataan kembali titik parkir dan mangkal bajaj.
Di sisi lain, Sekretaris Komisi A DPRD DKI, Mujiyono, menekankan pentingnya langkah preventif agar kejadian serupa tidak terulang. “Penangkapan pelaku patut diapresiasi, namun yang lebih penting adalah memastikan kejadian tidak berulang. Pengawasan harus menjadi sistem, bukan kegiatan musiman,” kata Mujiyono dalam konferensi pers pada Selasa (14/4/2026). Ia mengusulkan optimalisasi Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) serta koordinasi rutin antara Dishub, Satpol PP, kelurahan, dan kepolisian.
Kasus pemalakan ini juga menyoroti permasalahan struktural di Tanah Abang, kawasan dengan mobilitas tinggi, arus perdagangan besar, serta banyak titik parkir dan mangkal yang rentan disalahgunakan. Menurut Mujiyono, kurangnya pengawasan konsisten membuka celah bagi oknum preman untuk melakukan pungutan liar. Ia menyerukan penataan parkir resmi, pemasangan CCTV, dan sistem pengaduan yang responsif.
Pengungkapan kasus ini menunjukkan sinergi antar lembaga dalam menanggapi aksi premanisme. Polisi, melalui satuan Reskrim, berhasil mengidentifikasi pelaku melalui rekaman video dan saksi mata. Satpol PP dan Dishub berkoordinasi untuk melakukan patroli intensif di area rawan. Sementara pemerintah daerah menyiapkan kebijakan jangka panjang untuk memperkuat pengawasan dan penataan ruang publik.
Dengan penangkapan DP, pihak berwenang berharap dapat memberikan efek jera bagi pelaku sejenis serta mengembalikan rasa aman bagi para pengemudi bajaj dan pedagang di Tanah Abang. Upaya pencegahan yang berkelanjutan diharapkan dapat menurunkan insiden pemalakan di masa depan dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap penegakan hukum di ibu kota.
