PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 08 Mei 2026 | Jumlah RW kumuh di Jakarta telah mengalami penurunan yang signifikan, dari 445 RW pada tahun 2017 menjadi 211 RW pada tahun 2026. Penurunan ini mencapai 52,58 persen dan merupakan capaian yang patut disyukuri, terutama mengingat tekanan pertumbuhan penduduk dan kompleksitas persoalan di lapangan.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan bahwa capaian ini tidak mungkin diraih tanpa kontribusi dari berbagai pihak, termasuk peran para perempuan yang terlibat langsung di lapangan, seperti kader PKK, Dasawisma, dan Juru Pemantau Jentik (Jumantik). Ia menegaskan bahwa perempuan memiliki peran besar dalam pembangunan Jakarta, termasuk dalam pemerintahan dan sektor strategis lainnya.
Penurunan jumlah RW kumuh di Jakarta juga tidak terlepas dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas lingkungan dan fasilitas umum. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah melaksanakan berbagai program untuk memperbaiki kondisi lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk peningkatan fasilitas buang air besar, cara membuang sampah, dan penerangan jalan umum.
Wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Utara menjadi prioritas penanganan karena masih memiliki jumlah RW kumuh yang relatif tinggi. Pemerintah akan terus melanjutkan kerja sama dengan BPS untuk pendataan Ruang Terbuka Hijau serta verifikasi 1.904 RW lainnya.
Penurunan jumlah RW kumuh di Jakarta merupakan bukti bahwa upaya pemerintah dan masyarakat untuk memperbaiki kualitas lingkungan dan kesejahteraan masyarakat telah membuahkan hasil. Namun, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk mencapai kondisi lingkungan yang ideal dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
