Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III Berhasil Sita Senjata dan Amunisi Milik OPM di Papua

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 10 Mei 2026 | Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III berhasil menyita puluhan pucuk senjata api dan ratusan butir amunisi milik TPNPB-OPM di Papua. Selain itu, satgas TNI di bawah kendali Kogabwilhan III dan Koops Habema juga menyita berbagai jenis senjata tajam dari kelompok tersebut.

Operasi yang berlangsung sepanjang Januari hingga Mei 2026 ini merupakan upaya TNI untuk menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua yang masih rawan gangguan kelompok bersenjata. Panglima Kogabwilhan III, Letjen TNI Lucky Avianto, mengatakan bahwa pihaknya sulit membayangkan besarnya ancaman terhadap masyarakat apabila senjata-senjata tersebut masih beredar.

Baca juga:

Kelompok TPNPB-OPM telah kehilangan nurani dan tidak segan menyakiti saudara sebangsa sendiri, termasuk warga asli Papua. Aksi kekerasan kelompok tersebut diperparah oleh pengaruh narkotika, minuman keras, dan obat-obatan terlarang, khususnya ganja yang disebut dipropagandakan oleh Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom.

Selain senjata api dan amunisi, TNI juga menyita alat komunikasi, alat intai, uang rupiah, hingga bendera Bintang Kejora yang disebut sebagai barang bukti tindak kejahatan terhadap kedaulatan negara. Lucky mengatakan bahwa melalui operasi yang terukur dan berbasis data intelijen akurat, TNI juga berhasil melumpuhkan sejumlah tokoh sentral TPNPB-OPM yang selama ini menjadi otak teror.

Di antaranya, Yesias Mate (Danlog Kodap IV Soraya), Army Kogoya (Danyon Aluguru Kodap III/Ndugama), dan Bilip Kobak (Danops Kimpussa Kodap XVI/Yahukimo). Keberhasilan operasi ini tidak terlepas dari sinergi antara TNI, aparat keamanan, pemerintah daerah, serta dukungan masyarakat setempat.

Baca juga:

Lucky menilai keberhasilan operasi ini merupakan bagian dari upaya menjaga kedaulatan negara dan keamanan masyarakat di wilayah Papua. Ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi bohong atau hoaks terkait situasi keamanan di Papua serta tetap menjaga persatuan dan stabilitas wilayah.

Sementara itu, Marsda TNI Muzafar telah ditunjuk sebagai Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan II, menggantikan posisi sebelumnya sebagai Panglima Komando Daerah TNI Angkatan Udara I. Marsekal Pertama TNI Erwin Sugiandi telah dilantik sebagai Panglima Komando Daerah TNI Angkatan Udara I, menggantikan Muzafar.

Dalam konteks internasional, Uni Emirat Arab (UEA) menuduh Iran melancarkan serangan rudal dan drone yang menargetkan wilayahnya, memicu kebakaran di kilang minyak di emirat Fujairah dan melukai tiga warga negara India. Insiden tersebut menjadi serangan pertama terhadap UEA sejak Iran dan Amerika Serikat menyepakati gencatan senjata pada 8 April lalu.

Baca juga:

Kesimpulan, operasi TNI di Papua dan penunjukan baru dalam struktur komando TNI merupakan upaya untuk menjaga keamanan dan stabilitas di wilayah tersebut. Sementara itu, situasi internasional tetap dinamis dengan konflik dan tuduhan antarnegara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *