Gunung Piramid Bondowoso: Jalur Ekstrem yang Terus Memakan Korban

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 07 Agustus 2026 | Gunung Piramid di Bondowoso, Jawa Timur, kembali menjadi sorotan setelah dua pendaki, Maliya Finda dan Erfan, ditemukan meninggal dunia di jalur ekstrem tersebut. Tragedi ini menambah daftar panjang kecelakaan di Gunung Piramid, yang sebelumnya telah menewaskan pendaki Thoriq Rizki Maulidan pada tahun 2019 dan Multazam pada tahun 2020.

Ketua DPC Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) Bondowoso, Fathorrahman Hidayah, mengatakan bahwa Gunung Piramid bukanlah gunung yang bisa didaki dengan standar pendakian biasa. Ia menjelaskan bahwa karakter medan Gunung Piramid mengharuskan pendaki memiliki kemampuan teknis dan menggunakan perlengkapan khusus.

Baca juga:

Menurut Jangkar, pendakian Gunung Piramid membutuhkan teknik pendakian vertikal dengan peralatan khusus, seperti tali karmantel, karabiner, ascender, descender, figure eight, hingga helm. Ia juga menekankan bahwa pendaki harus memiliki pengalaman dan kemampuan khusus untuk melintasi jalur tersebut dengan aman.

Jalur Gunung Piramid dikenal sebagai Punggung Naga, sebuah titian sempit dengan jurang menganga di kedua sisinya. Vegetasi yang terbuka membuat pendaki tidak memiliki pegangan alami saat melintasi jalur. APGI Bondowoso merekomendasikan pemasangan safety line menyeluruh atau pengelolaan profesional demi mencegah kecelakaan pendaki.

Baca juga:

Maliya Finda, pendaki yang meninggal, dikenal sebagai sosok yang memiliki semangat kebebasan dan kecintaan terhadap alam. Ia telah melakukan banyak pendakian di Indonesia dan dikenal sebagai pendaki yang tangguh. Namun, tragedi di Gunung Piramid menjadi langkah terakhirnya.

Tim SAR Gabungan menemukan jenazah Maliya Finda dan Erfan di kedalaman jurang sekitar 60 meter. Proses evakuasi kedua jenazah selesai dilakukan pada 5 Agustus 2026. Tragedi ini kembali membuka pertanyaan besar mengenai keamanan jalur pendakian Gunung Piramid dan perlunya pengelolaan secara profesional.

Baca juga:

Kesimpulan: Gunung Piramid Bondowoso merupakan jalur ekstrem yang membutuhkan kemampuan teknis dan perlengkapan khusus. APGI Bondowoso merekomendasikan pemasangan safety line menyeluruh atau pengelolaan profesional demi mencegah kecelakaan pendaki. Pendaki harus memiliki pengalaman dan kemampuan khusus untuk melintasi jalur tersebut dengan aman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *