PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 08 Mei 2026 | Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa gencatan senjata dengan Iran masih berlaku, meskipun terjadi baku tembak antara pasukan Iran dan kapal perusak Angkatan Laut AS di Selat Hormuz. Dalam insiden tersebut, kedua belah pihak saling menyalahkan.
AS menuduh Iran meluncurkan rudal, drone, dan perahu kecil ke arah tiga kapal perangnya dalam apa yang disebut sebagai “serangan tanpa provokasi”. Trump menyebut Iran sedang “mempermainkan kita hari ini” dan mengancam akan menyerang lebih brutal jika kesepakatan damai tidak kunjung tercapai.
Sementara itu, Iran menuduh AS telah melanggar perjanjian gencatan senjata yang berlaku sejak 7 April setelah ledakan terdengar di kawasan Selat Hormuz. Media pemerintah Iran menggambarkan situasi itu sebagai “adu tembak” antara angkatan bersenjata Iran dan “musuh”.
Komando militer tertinggi Iran juga menuduh AS menyerang kapal tanker minyak Iran yang sedang menuju selat tersebut, serta kapal lain yang melintas di dekat pelabuhan Fujairah, Uni Emirat Arab (UEA). Iran mengeklaim angkatan bersenjatanya “segera merespons” dengan menyerang kapal-kapal militer AS hingga menyebabkan “kerusakan signifikan”.
Trump mengklaim bahwa pasukan AS telah menghancurkan beberapa perahu kecil yang “jatuh dengan sangat indah ke Samudra, seperti kupu-kupu yang jatuh ke liang kuburnya!” Ia juga mengulangi peringatan terkait kesepakatan damai tersebut: “Sama seperti kita mengalahkan mereka lagi hari ini, kita akan mengalahkan mereka jauh lebih keras, dan jauh lebih kejam, di masa depan, jika mereka tidak segera menandatangani kesepakatan itu!”
Ketegangan antara AS dan Iran meningkat sehari setelah kementerian luar negeri Iran mengatakan sedang mempertimbangkan proposal AS untuk mengakhiri perang. Militer AS mengatakan pasukan Iran meluncurkan sejumlah rudal, drone, dan perahu kecil ke arah tiga kapal perang AS, tetapi tidak ada yang mengenai sasaran.
Pasukan AS “menghilangkan ancaman yang masuk dan menargetkan fasilitas militer Iran yang bertanggung jawab” atas serangan itu, kata Komando Pusat dalam sebuah unggahan. Target serangan meliputi lokasi peluncuran rudal dan drone, pusat komando dan kendali, hingga fasilitas intelijen, pengawasan, dan pengintaian.
Trump juga mendesak Iran untuk segera menandatangani perjanjian damai dengan AS. Ia mengancam akan menyerang lebih brutal jika kesepakatan damai tidak kunjung tercapai. “Kita akan menghancurkan mereka dengan lebih keras, dan lebih brutal, di masa depan, jika mereka tidak segera menandatangani kesepakatan mereka,” ujar Trump.
Dalam kesimpulan, baku tembak antara AS dan Iran di Selat Hormuz menunjukkan ketegangan yang meningkat antara kedua negara. Trump mengancam akan menyerang lebih brutal jika kesepakatan damai tidak kunjung tercapai, sementara Iran menuduh AS telah melanggar perjanjian gencatan senjata. Situasi ini memperlihatkan bahwa konflik antara AS dan Iran belum berakhir dan masih memerlukan upaya diplomatik untuk menyelesaikannya.
