Rudal Tomahawk Dibatalkan di Jerman, Merz Sindir Washington: Kekurangan Senjata AS

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 05 Mei 2026 | Kanselir Jerman Friedrich Merz melontarkan kritik tajam kepada Washington setelah pemerintah Amerika Serikat membatalkan rencana penempatan satu batalion Rudal Tomahawk jarak jauh di wilayah Jerman. Keputusan tersebut muncul bersamaan dengan pengumuman Pentagon yang akan menarik 5.000 tentara Amerika dari tanah Jerman, menandai langkah signifikan dalam penyesuaian postur militer AS di Eropa.

Rencana awal penempatan Rudal Tomahawk, yang diumumkan pada masa pemerintahan Presiden Joe Biden pada tahun 2024, dimaksudkan sebagai penangkal strategis terhadap ancaman Rusia. Namun, pemerintahan Presiden Donald Trump, yang mengadopsi kebijakan pengurangan kehadiran militer luar negeri, memutuskan untuk menunda dan akhirnya membatalkan penempatan tersebut. Merz menilai keputusan itu sebagai bukti nyata “kekurangan senjata” Amerika dan menegaskan bahwa Jerman tidak akan bergantung pada alutsista asing untuk menjaga keamanan regional.

Baca juga:

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul menegaskan bahwa pengurangan pasukan Amerika, termasuk pembatalan penempatan Rudal Tomahawk, tidak akan melemahkan daya tangkal konvensional NATO di Eropa. Dalam sebuah konferensi pers di Athena, ia menegaskan bahwa aliansi pertahanan masih kuat dan bahwa langkah-langkah individu seperti ini harus dipandang dalam konteks kebijakan pertahanan global yang lebih luas. Wadephul menambahkan bahwa Jerman akan memperkuat dialog dengan Washington untuk menentukan opsi strategis selanjutnya.

Penghapusan Rudal Tomahawk menimbulkan pertanyaan tentang kesiapan pertahanan Eropa. Wadephul menyatakan bahwa penempatan senjata tersebut semula bersifat sementara, bertujuan memberi ruang bagi Eropa mengembangkan kapabilitas serupa secara mandiri. Ia menekankan perlunya percepatan program riset dan produksi alutsista domestik, termasuk sistem rudal jelajah jarak jauh, agar tidak lagi tergantung pada dukungan eksternal. “Tidak ada jalan lain selain mengembangkan kemampuan kami sendiri,” ujarnya.

Baca juga:

Kritik Merz tidak hanya terbatas pada masalah rudal. Ia juga menyoroti kebijakan Amerika Serikat dalam konflik Iran, mengklaim bahwa Washington belum memiliki strategi keluar yang jelas. Merz menuduh bahwa warga AS “dipermalukan” oleh rezim Tehran selama negosiasi, memperkuat narasi bahwa kebijakan luar negeri AS semakin tidak konsisten. Respons Trump di media sosial hanya menambah ketegangan, dengan menyebut Merz tidak mengerti situasi.

Dampak politik dari keputusan ini terasa di tingkat bilateral. Jerman, yang selama ini menempatkan Amerika sebagai mitra NATO terpenting, kini harus menyeimbangkan hubungan dengan Washington sambil meningkatkan otonomi pertahanan. Pengurangan 5.000 tentara AS diperkirakan akan memengaruhi kehadiran logistik, latihan bersama, dan kemampuan respons cepat di wilayah Eropa Barat. Namun, para analis militer menilai bahwa aliansi tetap memiliki struktur komando yang solid, sehingga risiko fragmentasi tetap rendah.

Baca juga:

Secara strategis, pembatalan penempatan Rudal Tomahawk dapat mempercepat upaya Berlin untuk memperkuat industri pertahanan domestik. Pemerintah Jerman telah mengalokasikan dana tambahan untuk program pengembangan misil jarak jauh dan sistem pertahanan udara. Selain itu, Berlin sedang menjajaki kerjasama teknologi dengan negara-negara Eropa lainnya, termasuk Prancis dan Italia, untuk menciptakan platform pertahanan bersama yang tidak terlalu bergantung pada pasokan Amerika.

Kesimpulannya, keputusan Washington untuk membatalkan penempatan Rudal Tomahawk menandai titik balik dalam dinamika keamanan trans-Atlantik. Sementara Friedrich Merz dan Johann Wadephul menegaskan komitmen Jerman terhadap NATO, mereka juga menekankan pentingnya memperkuat kemampuan pertahanan mandiri. Situasi ini menuntut dialog intensif antara Berlin dan Washington, serta percepatan inovasi di sektor pertahanan Eropa, guna memastikan stabilitas dan keamanan kawasan di tengah ketegangan yang terus berlanjut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *