PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 08 Mei 2026 | Kasus absensi fiktif yang melibatkan sekitar 3.000 Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, telah mendapat perhatian dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menegaskan bahwa manipulasi absensi merupakan pelanggaran berat karena ASN digaji dari uang rakyat.
Wamendagri Bima Arya menekankan bahwa Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri akan diterjunkan langsung untuk mengusut kasus tersebut di Brebes. Ia menegaskan bahwa kejadian absensi fiktif ini bisa masuk kategori pelanggaran berat karena ASN digaji oleh uang rakyat. Kalau kemudian mereka tidak masuk, itu masuk kategori pelanggaran berat.
Lebih lanjut, Bima menegaskan, kasus tersebut melanggar aturan kepegawaian. Ia menekankan, ASN yang terbukti melakukan manipulasi absensi bisa mendapat sanksi berupa pemberhentian. Banyak selama ini di Indonesia ASN yang diberhentikan karena tidak masuk, terbukti. Ada yang setahun tidak masuk, ada juga. Nah, kemudian ketahuan, ya kita berhentikan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah Sumarno menyatakan, sanksi tegas bakal mengancam kepada 3.000 ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Brebes yang diduga menggunakan aplikasi presensi fiktif. Sanksi itu harus, sanksinya bertingkat, ada yang teguran, lisan, tertulis. Bisa saja berupa penurunan atau penundaan kenaikan pangkat, bahkan penurunan jabatan.
Kasus ini juga membuka kemungkinan penelusuran serupa dilakukan di daerah lain. Pemerintah akan memperketat pengawasan terhadap sistem absensi ASN di seluruh pemerintah daerah. Dengan demikian, diharapkan kasus-kasus serupa dapat dicegah dan ASN dapat menjalankan tugasnya dengan lebih bertanggung jawab.
Kesimpulan dari kasus ini adalah bahwa manipulasi absensi merupakan pelanggaran berat yang dapat berakibat pada sanksi berat, termasuk pemberhentian. Oleh karena itu, ASN harus menjalankan tugasnya dengan integritas dan bertanggung jawab untuk menghindari kasus-kasus serupa di masa depan.
