PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 04 Agustus 2026 | Kabinet Bayangan, sebuah konsep yang umum digunakan dalam sistem pemerintahan parlementer, kini hadir di Indonesia sebagai wadah kritik dan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan. Inisiatif ini dipimpin oleh pakar Hukum Tata Negara Universitas Andalas, Feri Amsari, bersama sejumlah tokoh masyarakat sipil lainnya. Mereka bertujuan untuk mengawasi dan mengkritisi kinerja pemerintah secara objektif dan berbasis data.
Menurut Feri Amsari, Kabinet Bayangan tidak bertujuan untuk mempermasalahkan Presiden Prabowo, melainkan untuk memastikan bahwa pemerintah bekerja dengan baik dan efektif. Ia menekankan bahwa kabinet tidak perlu diisi oleh ratusan menteri, melainkan cukup dengan 15 menteri yang mumpuni dan dapat memberikan saran yang berguna kepada Presiden.
Kabinet Bayangan sendiri terdiri dari 15 posisi menteri yang mengawasi berbagai kementerian di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Mereka berasal dari kalangan akademisi, peneliti, dan pakar dari berbagai bidang. Feri Amsari, yang menjabat sebagai Menteri Sekretaris Negara, menjelaskan bahwa setiap menteri di Kabinet Bayangan akan mengawasi beberapa kementerian sekaligus di Kabinet Merah Putih.
Mahfud MD, mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, memberikan tanggapan positif terhadap pembentukan Kabinet Bayangan. Ia menilai bahwa keberadaan Kabinet Bayangan merupakan sebuah inovasi dalam kehidupan demokrasi yang dapat memperkuat fungsi pengawasan terhadap jalannya pemerintahan.
Dalam sistem presidensial yang dianut oleh Indonesia, Kabinet Bayangan dapat berperan sebagai kontrol sosial yang efektif. Mereka dapat menguji kebijakan dan program kerja pemerintah secara terbuka, sehingga memungkinkan terjadinya pertarungan ide dan argumentasi yang sehat.
Keberadaan Kabinet Bayangan juga dapat memperlihatkan kualitas sesungguhnya dari seorang menteri dalam menyampaikan dan mempertahankan gagasannya. Dengan demikian, Kabinet Bayangan dapat menjadi sarana yang efektif untuk meningkatkan kualitas pemerintahan dan memastikan bahwa kebijakan yang diambil benar-benar berbasis bukti dan memenuhi kepentingan masyarakat.
Kesimpulan dari pembentukan Kabinet Bayangan adalah upaya untuk meningkatkan kualitas pengawasan dan kritik terhadap pemerintahan. Dengan keberadaan Kabinet Bayangan, diharapkan pemerintah dapat bekerja dengan lebih efektif dan efisien, serta kebijakan yang diambil dapat lebih berbasis bukti dan memenuhi kepentingan masyarakat.
