Starbucks Korea Tutup 2.000 Gerai Akibat Kontroversi Promosi

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 21 Juni 2026 | Starbucks Korea memutuskan menutup lebih dari 2.000 gerainya secara serentak pada 22 Juni 2026 untuk menggelar pelatihan wajib mengenai kesadaran sejarah dan sensitivitas sosial bagi seluruh karyawan. Langkah ini diambil setelah perusahaan menuai kecaman publik akibat kampanye promosi yang dinilai tidak sensitif terhadap salah satu tragedi bersejarah di Korea Selatan.

Kontroversi bermula dari kampanye pemasaran bertajuk “Tank Day” yang diluncurkan Starbucks Korea pada 18 Mei 2026. Tanggal tersebut bertepatan dengan peringatan Gerakan Demokrasi Gwangju 1980, salah satu peristiwa penting dalam sejarah modern Korea Selatan ketika militer menindak keras demonstran prodemokrasi. Promosi tersebut menawarkan diskon untuk produk tumbler seri “Tank”.

Namun, penggunaan kata “tank” memicu reaksi negatif karena dianggap mengingatkan publik pada kendaraan lapis baja yang digunakan militer dalam penumpasan demonstrasi di Gwangju. Kritik semakin meluas setelah kampanye itu juga menggunakan slogan promosi berbunyi, “Letakkan di atas meja dengan bunyi ‘Tak!’”. Frasa tersebut dinilai sensitif karena mengingatkan masyarakat pada kasus Park Jong-chol, aktivis mahasiswa yang meninggal dunia akibat penyiksaan aparat pada 1987.

Gelombang kritik yang berkembang di media sosial dan masyarakat luas membuat Starbucks Korea menghentikan promosi tersebut hanya beberapa jam setelah diluncurkan. Penutupan gerai dijadwalkan berlangsung pada 22 Juni pukul 15.00 waktu setempat. Selama penutupan, para pegawai diwajibkan mengikuti pembelajaran sejarah Korea modern dan pelatihan sensitivitas sosial guna mencegah kesalahan serupa terulang di masa depan.

Diperkirakan, penghentian operasional ribuan gerai tersebut berpotensi menyebabkan kerugian penjualan hingga 2,1 miliar won atau sekitar US$1,4 juta, setara Rp24,9 miliar. Sebagai bentuk pertanggungjawaban, seluruh unsur perusahaan diwajibkan mengikuti program edukasi ulang. Staf kantor pusat Starbucks Korea bersama para eksekutif divisi E-Mart dijadwalkan menjalani pelatihan sejarah di pusat pelatihan internal grup.

Kesimpulan dari peristiwa ini menunjukkan bahwa kesadaran sejarah dan sensitivitas sosial sangat penting dalam menjalankan bisnis, terutama dalam menghadapi masyarakat yang memiliki sejarah dan budaya yang kompleks seperti Korea Selatan. Perusahaan harus selalu berhati-hati dalam meluncurkan promosi dan kampanye pemasaran untuk menghindari kontroversi yang tidak diinginkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *