BTN tidak bagikan dividen, alihkan laba Rp3,5 triliun untuk perkuat modal dan ekspansi kredit

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 24 April 2026 | Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) yang digelar pada 23 April 2026 memutuskan untuk tidak membagikan dividen tahun buku 2025. Keputusan ini diambil dengan tujuan mengalokasikan seluruh laba bersih sebesar Rp3,5 triliun ke dalam saldo laba ditahan, yang akan dipergunakan untuk memperkuat permodalan dan mendukung ekspansi kredit di masa mendatang.

Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menjelaskan bahwa dividend payout ratio ditetapkan pada 0 persen karena modal diperlukan untuk akuisisi portofolio kredit yang diproyeksikan melebihi 20 persen dari total ekuitas. “Dengan menahan dividen, kami tidak perlu lagi menerbitkan surat utang atau instrumen subordinasi yang menambah beban bunga,” ujarnya dalam konferensi pers pada 24 April 2026.

Baca juga:

Strategi Penguatan Modal

Penguatan modal menjadi langkah strategis untuk menyiapkan kapasitas pembiayaan yang melampaui target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun 2026. BTN menargetkan pertumbuhan kredit sebesar 8–10 persen, khususnya di sektor perumahan, baik subsidi maupun non‑subsidi. Selain itu, perseroan berencana memperluas kolaborasi dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) dalam pengembangan hunian berbasis transit oriented development (TOD) dan proyek hunian vertikal lima menara di lokasi strategis.

Rencana Akuisisi Portofolio Kredit

Portofolio yang akan diakuisisi mencakup kredit produktif dan konsumtif dengan profil imbal hasil (yield) yang lebih tinggi serta rasio Non‑Performing Loan (NPL) yang lebih rendah dibandingkan portofolio eksisting BTN. Nixon menegaskan, “Yield‑nya lebih bagus daripada yield BTN hari ini, makanya kami beli. NPL‑nya juga lebih kecil, sehingga di akhir tahun NPL BTN dapat turun di bawah 3 persen.” Transaksi ini diperkirakan akan meningkatkan pendapatan bunga serta total penyaluran kredit, sekaligus memperbaiki kualitas aset.

Baca juga:

Implikasi Bagi Pemegang Saham

Walaupun tidak ada pembayaran dividen, keputusan ini diharapkan meningkatkan nilai jangka panjang bagi pemegang saham melalui pertumbuhan aset yang lebih solid dan rasio NPL yang terkontrol. Dengan mengandalkan laba ditahan, BTN mengurangi ketergantungan pada pembiayaan eksternal, memperkuat struktur permodalan, dan meningkatkan fleksibilitas dalam menanggapi peluang pasar.

Poin Penting RUPST

  • Dividend payout ratio: 0%
  • Laba bersih 2025: Rp3,5 triliun dialokasikan ke laba ditahan
  • Target pertumbuhan kredit 2026: 8–10%
  • Akuisisi portofolio kredit >20% ekuitas
  • Rencana penurunan NPL di bawah 3% pada akhir 2026

Keputusan RUPST ini menandai langkah signifikan BTN dalam memperkuat fondasi keuangan dan memperluas jaringan pembiayaan, terutama di sektor perumahan yang menjadi fokus utama kebijakan pemerintah. Dengan strategi ini, BTN berupaya meningkatkan profitabilitas sekaligus menjaga stabilitas sistemik perbankan di tengah tantangan ekonomi global.

Baca juga:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *