PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 02 Mei 2026 | Jakarta, 1 Mei 2026 – Sejak proses perceraian antara komedian senior Andre Taulany dan mantan istrinya, Rien Wartia Trigina alias Erin, menjadi sorotan publik, sejumlah isu baru muncul. Salah satunya adalah klaim bahwa Andre tetap menyalurkan gaji Asisten Rumah Tangga (ART) melalui mantan istri meskipun hubungan rumah tangga telah berakhir. Pada saat yang sama, Erin dituduh melakukan kekerasan fisik terhadap ART yang baru bergabung, menimbulkan perdebatan sengit di media sosial dan ruang hukum.
Berikut rangkaian peristiwa yang telah terungkap dari berbagai laporan media dan pernyataan saksi:
- Pembayaran Gaji ART – Andre Taulany mengakui bahwa ia rutin mentransfer uang gaji bulanan untuk ART melalui rekening Erin. Ia menyatakan bahwa pembayaran tersebut dilakukan demi kelancaran keuangan rumah tangga yang masih memiliki tanggungan, meski ia tidak lagi tinggal bersama mantan istrinya.
- Kasus Kekerasan – Nia Damanik, penyalur ART, mengungkap bahwa Hera, seorang ART yang bekerja di rumah Erin, melaporkan dipukul kepala dengan sapu karena telat menutup jendela. Nia melaporkan kejadian tersebut kepada polisi dan sekaligus menghubungi Andre Taulany untuk meminta bantuan.
- Respons Andre Taulany – Andre menegaskan bahwa ia tidak memiliki kaitan langsung dengan kejadian tersebut. Ia menyarankan agar pihak yang berwenang menyelidiki bukti yang ada dan melaporkan ke polisi jika ada bukti kuat. “Saya tidak ada hubungan, kalau ada bukti, lapor aja ke polisi,” kata Andre dalam pernyataan singkat kepada media.
- Penolakan Erin – Erin, melalui kuasa hukumnya, membantah semua tuduhan kekerasan. Ia menyatakan bahwa ART yang melaporkan baru bekerja kurang dari sebulan dan belum menerima gaji. Erin menuduh bahwa tuduhan tersebut merupakan fitnah dan pencemaran nama baik.
- Langkah Hukum – Setelah laporan Nia ke polisi, pihak kepolisian melakukan penyelidikan awal di kediaman Erin. Sementara itu, kuasa hukum Erin mengajukan laporan balik terhadap pihak yang diduga menyebarkan fitnah, menuntut klarifikasi publik.
Kasus ini menambah dimensi baru pada perceraian Andre Taulany yang sebelumnya sudah menimbulkan kontroversi karena bocornya dokumen gugatan talak. Dokumen tersebut memuat tuduhan bahwa Erin bersikap kasar terhadap pegawai rumah tangga, meski tidak ada bukti konkret yang dipublikasikan pada saat itu.
Pengamat hukum menilai bahwa situasi ini mencerminkan tantangan dalam mengelola tanggung jawab keuangan pasca perceraian, terutama ketika ada pihak ketiga yang terlibat seperti ART. “Pembayaran gaji melalui mantan pasangan bukan hal yang tidak biasa, namun harus disertai kejelasan administratif untuk menghindari potensi sengketa,” ujar Dr. Siti Hajar, pakar hukum keluarga.
Di sisi lain, aktivis hak pekerja menyoroti pentingnya perlindungan bagi ART, terutama yang baru bergabung. Mereka menekankan bahwa setiap dugaan kekerasan harus ditanggapi serius, dengan prosedur pelaporan yang jelas dan akses bantuan hukum yang memadai.
Sejauh ini, tidak ada laporan resmi yang mengonfirmasi bahwa Hera atau ART lain mengalami cedera serius. Namun, saksi mata melaporkan mendengar teriakan minta tolong dari dalam rumah pada saat kedatangan aparat kepolisian bersama Nia. Hal ini menambah ketegangan dan menimbulkan pertanyaan tentang kondisi sebenarnya di dalam rumah.
Andre Taulany, yang kini lebih fokus pada karier di dunia hiburan, menegaskan bahwa ia tidak akan terlibat dalam urusan pribadi mantan istrinya kecuali ada perintah pengadilan yang mengharuskannya. “Saya sudah tidak tinggal di rumah mereka, jadi saya tidak tahu detailnya,” ungkapnya dalam wawancara singkat di Warung Buncit, Jakarta Selatan.
Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan, dan pihak berwenang diharapkan dapat memberikan keputusan yang adil. Sementara itu, publik menanti klarifikasi lebih lanjut dari kedua belah pihak, baik Andre Taulany maupun Erin, terkait pembayaran gaji ART dan tuduhan kekerasan.
Kesimpulannya, meski Andre Taulany tetap menunaikan kewajiban membayar gaji ART melalui mantan istrinya, situasi hukum dan sosial yang melibatkan Erin serta ART yang bersangkutan menimbulkan dinamika baru yang memerlukan penanganan profesional dan transparan.
