Kekejaman geng motor Makassar: 7 Anggota Hujani Remaja Pakai Busur, Polisi Tangkap

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 01 Mei 2026 | Polisi Resimen Mobilitas (Resmob) Polda Sulawesi Selatan berhasil mengamankan tujuh anggota geng motor yang pada Sabtu (25/4) menyerang seorang remaja berusia 18 tahun di Pantai Losari, Makassar. Serangan brutal tersebut tidak hanya melibatkan pemukulan, melainkan juga penghujian dengan busur panah lengkap dengan pelontarnya, menambah deretan kejahatan kekerasan yang mengkhawatirkan masyarakat setempat.

Menurut Aiptu Arsyad Samosir, Katim Unit 1 Resmob Polda Sulsel, korban sedang menikmati makanan khas daerah di area Losari ketika tiba-tiba tujuh orang bersenjata tajam mendekatinya. “Korban pada saat itu sedang nongkrong di Pantai Losari, tiba-tiba dari tujuh orang bersangkutan menghampiri dan memukul,” ujar Arsyad kepada wartawan pada Kamis (30/4).

Baca juga:

Setelah pemukulan pertama, para pelaku membawa korban ke arah Tanjung Bunga, sebuah wilayah yang tidak jauh dari lokasi kejadian. Di sana, korban kembali dianiaya secara fisik hingga babak belur. Tak berhenti di situ, menurut keterangan korban, ia juga ditabrak dengan sepeda motor oleh salah satu anggota geng, menambah luka-luka pada tubuhnya.

Polisi mengamankan sejumlah barang bukti penting, antara lain sepeda motor milik pelaku, ketapel, dan satu set busur panah beserta anak panahnya. Penemuan senjata tradisional tersebut menegaskan modus operandi geng motor yang kerap mengandalkan senjata tajam seperti parang, samurai, serta peralatan memanah untuk menakut-nakuti warga.

Identitas ketujuh tersangka yang ditangkap pada Selasa (28/4) adalah sebagai berikut:

  • AY, 21 tahun
  • IJM, 20 tahun
  • RA, 18 tahun
  • MR, 19 tahun
  • MAG, 18 tahun
  • F, 20 tahun
  • MY, 20 tahun

Motif serangan masih dalam penyelidikan, namun Arsyad menegaskan bahwa kelompok geng motor ini dikenal sering melakukan penyerangan tanpa alasan yang jelas, terutama di area publik seperti pantai, pasar, atau kawasan keramaian lainnya. “Mereka kadang melakukan penyerangan di suatu tempat atau ke warga setempat,” katanya.

Baca juga:

Kasus ini menambah daftar panjang aksi kekerasan yang melibatkan geng motor di Makassar dalam beberapa bulan terakhir. Masyarakat kini menuntut respons cepat dan tegas dari aparat keamanan untuk menurunkan tingkat kriminalitas yang mengancam rasa aman warga, khususnya remaja yang sering berkumpul di tempat umum.

Polisi Sulsel menegaskan bahwa proses hukum terhadap ketujuh tersangka akan segera berjalan. Barang bukti yang berhasil diamankan akan menjadi bagian penting dalam proses persidangan, khususnya busur panah yang menjadi simbol keunikan metode kekerasan geng motor tersebut.

Selain menindak pelaku, pihak kepolisian juga mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama pada malam hari di kawasan wisata dan tempat nongkrong. Jika ada aktivitas mencurigakan, masyarakat diharapkan segera melaporkan kepada pihak berwenang untuk mencegah terulangnya insiden serupa.

Keberhasilan penangkapan ketujuh anggota geng motor ini diharapkan dapat menjadi peringatan bagi kelompok kriminal lain yang mengandalkan kekerasan sebagai alat untuk menegakkan dominasi di wilayah perkotaan. Upaya kolaboratif antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan komunitas lokal menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman dan tertib.

Baca juga:

Kasus ini juga membuka diskusi lebih luas mengenai regulasi kepemilikan senjata tradisional seperti busur panah di wilayah perkotaan. Pemerintah setempat diperkirakan akan mengevaluasi kebijakan tersebut guna menghindari penyalahgunaan alat yang semula memiliki nilai budaya namun kini dimanfaatkan untuk aksi kriminal.

Dengan penangkapan geng motor Makassar ini, diharapkan rasa aman di Pantai Losari dan sekitarnya dapat pulih kembali, sehingga warga dapat menikmati suasana pantai tanpa rasa khawatir akan ancaman kekerasan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *