Skandal Penipuan di Bank Mandiri Taspen: Belasan Pensiunan Rugi Rp 1,8 Miliar

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 01 Juni 2026 | Sebuah kasus penipuan yang dilakukan oleh oknum pegawai Bank Mandiri Taspen Purwokerto, Banyumas, telah menyebabkan kerugian besar bagi belasan pensiunan. Total kerugian yang dialami oleh korban mencapai Rp 1,8 miliar.

Salah satu korban, Siyamto, menceritakan bahwa ia awalnya hanya ingin mengajukan pinjaman sebesar Rp 20 juta untuk biaya kuliah anaknya. Namun, ia justru ditawari kredit dengan plafon mencapai Rp 550 juta oleh oknum pegawai berinisial D.

Baca juga:

Siyamto mengatakan bahwa ia dijanjikan hanya akan menerima pencairan Rp 20 juta, sementara sisa dana kredit akan ditempatkan dalam deposito yang hasil keuntungannya digunakan untuk membayar cicilan setiap bulan. Namun, kenyataannya, skema yang dijanjikan tersebut tidak pernah terwujud.

Korban lainnya, Kusyanti, pensiunan guru SMK di Purwokerto, mengaku kehilangan dana simpanan sebesar Rp 200 juta. Ia menceritakan bahwa ia datang ke Bank Mandiri Taspen Cabang Purwokerto pada 2 Mei 2025 untuk menyimpan uang hasil tabungannya.

Baca juga:

Seluruh proses dilakukan di kantor bank dan pada jam kerja sebagaimana transaksi nasabah pada umumnya. Namun, setelah beberapa waktu, Kusyanti mendapati dana yang disetorkan tidak tercatat masuk ke rekeningnya. Hingga kini uang tersebut belum bisa ditarik kembali.

Kuasa hukum korban, Djoko Susanto, mengatakan bahwa jumlah korban yang melapor kemungkinan akan terus bertambah. Hingga hari ini, tercatat ada 13 korban dengan total kerugian sekitar Rp 1,8 miliar.

Baca juga:

Sementara itu, Taspen telah menetapkan jadwal pencairan gaji ke-13 dan tunjangan bagi aparatur sipil negara (ASN) dan pensiunan ASN pada 2 Juni 2026. Pembayaran ini mencerminkan apresiasi negara terhadap kontribusi para pensiunan, sekaligus menjadi bentuk nyata kehadiran negara dalam menjamin kesejahteraan ASN aktif maupun yang telah menyelesaikan masa baktinya.

Kesimpulan: Kasus penipuan di Bank Mandiri Taspen Purwokerto merupakan contoh nyata bahwa masih banyak praktik penipuan yang terjadi di sektor keuangan. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk selalu berhati-hati dan waspada terhadap penawaran yang terlalu baik untuk dipercaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *