PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 26 April 2026 | Peningkatan harga solar akhir-akhir ini menjadi sorotan utama pengendara di seluruh Indonesia. Kenaikan tarif bahan bakar diesel, terutama varian premium seperti Dexlite dan Pertamina Dex, menambah beban biaya operasional harian. Namun, tidak semua pemilik kendaraan diesel harus merasa khawatir. Berbagai faktor seperti kemampuan mesin lama untuk menerima biosolar, serta strategi perawatan yang tepat, masih memungkinkan mobil diesel menjadi pilihan ekonomis.
Menurut Ketua Asosiasi Mobil Bekas Indonesia (AMBI), Tjung Subianto, penggunaan biosolar pada kendaraan diesel lawas masih relevan. Ia menekankan bahwa biosolar dapat menekan biaya operasional tanpa mengorbankan fungsi utama kendaraan, sekaligus mendukung upaya mengurangi ketergantungan impor bahan bakar. “Program penggunaan biosolar sangat positif dan layak didukung karena membantu menekan ketergantungan impor, sehingga otomatis membuat APBN kita lebih sehat, serta lebih ramah lingkungan,” ujarnya pada tanggal 26 April 2026.
Beberapa model diesel generasi lama memang dirancang dengan sistem injeksi mekanis yang lebih toleran terhadap variasi kualitas bahan bakar. Berikut adalah daftar kendaraan yang masih aman diisi biosolar, berdasarkan pendapat para ahli dan praktisi bengkel:
- Toyota Kijang Diesel (kapasitas kapsul atau LGX lama)
- Isuzu Panther
- Mitsubishi L300 (sering disebut “Kuda diesel”)
- Toyota Innova seri mesin KD hingga tahun 2014
- Toyota Fortuner lama dengan mesin KD
Mobil-mobil tersebut memiliki keunggulan berupa mesin konvensional dengan sistem injeksi mekanis, sehingga lebih mampu menoleransi kotoran, air, dan endapan yang biasanya lebih tinggi pada biosolar. Meskipun begitu, perawatan rutin menjadi kunci utama untuk mempertahankan performa dan mencegah kerusakan dini.
Salah satu aspek kritis dalam perawatan diesel yang menggunakan biosolar adalah penggantian filter solar. Karena biosolar lebih cepat membawa partikel kotoran, interval penggantian filter harus dipercepat dibandingkan rekomendasi pabrikan. Secara umum, produsen menyarankan penggantian setiap 20.000 km. Bagi pengguna biosolar, disarankan mengganti filter setiap 10.000–15.000 km, atau bahkan 5.000 km pada kondisi penggunaan yang intensif, seperti sering mengisi di SPBU dengan kualitas bahan bakar tidak konsisten.
Berikut rangkaian langkah perawatan filter yang dapat diikuti pemilik mobil diesel:
- Periksa tekanan bahan bakar secara berkala; penurunan tekanan dapat menjadi indikator awal penyumbatan.
- Ganti filter solar setiap 10.000 km sebagai standar minimal; sesuaikan lebih sering bila sering mengisi di lokasi dengan kualitas bahan bakar rendah.
- Jika kendaraan dilengkapi water separator, bersihkan air yang terkumpul setiap 1.000–2.000 km atau saat indikator mencapai batas maksimum.
- Selalu siapkan filter cadangan saat melakukan perjalanan jauh untuk mengantisipasi keadaan darurat.
Para mekanik, termasuk Rio dari bengkel SAR Speed Solo, menegaskan bahwa tidak diperlukan modifikasi khusus pada mesin diesel modern untuk dapat memakai biosolar. Cukup dengan meningkatkan frekuensi penggantian filter, performa mesin tetap terjaga. Sementara itu, Muchlis, pemilik Garasi Auto Service, menambahkan bahwa penggunaan filter tambahan atau water separator dapat menambah lapisan perlindungan, terutama bagi kendaraan yang rutin menempuh jarak jauh.
Selain perawatan filter, ada beberapa tips praktis lain untuk mengoptimalkan penggunaan diesel pada saat harga solar naik:
- Gunakan bahan bakar dari SPBU resmi yang memiliki standar kualitas lebih tinggi.
- Lakukan pengecekan rutin pada sistem injeksi, termasuk pembersihan injector bila diperlukan.
- Perhatikan tanda-tanda mesin seperti penurunan tenaga, tarikan berat, atau gejala brebet yang dapat menandakan masalah pada suplai bahan bakar.
- Manfaatkan oli mesin dengan spesifikasi yang direkomendasikan untuk mengurangi gesekan pada komponen internal.
Kesimpulannya, meski harga solar naik menimbulkan kekhawatiran, mobil diesel dengan mesin injeksi mekanis tetap layak dipertimbangkan asalkan dipadukan dengan perawatan yang disiplin. Memilih model yang terbukti tahan biosolar, mempercepat siklus penggantian filter, dan menjaga kualitas bahan bakar akan memastikan kendaraan tetap efisien dan ekonomis di tengah fluktuasi harga bahan bakar.
