Tabrak Trotoar, Pengendara Motor 24 Tahun Tewas Tertimpa Bus di Flyover Pesing, Jakarta Barat

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 17 April 2026 | Jakarta Barat – Pada Kamis, 16 April 2026, sekitar pukul 06.30 WIB, sebuah kecelakaan fatal terjadi di Jalan Daan Mogot, tepatnya di dekat tanjakan Flyover Pesing, Kebon Jeruk. Seorang pemotor berinisial Fahmi Maulana (24) yang berasal dari Bekasi Timur menabrak trotoar, terlempar, lalu tertimpa sebuah bus antarkota yang sedang naik ke jalur layang. Korban mengalami luka berat di kepala dan tangan kanan, kemudian dinyatakan meninggal di tempat kejadian.

Kecelakaan bermula ketika Fahmi mengendarai sepeda motor Yamaha Aerox berplat nomor polisi B‑5680‑TKJ dengan kecepatan tinggi di jalur busway. Menurut keterangan Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Ojo Ruslani, korban melaju dari arah Grogol menuju Pesing. Saat mendekati flyover, ia terkejut melihat keberadaan bus antarkota berplat T‑7721‑DD yang akan naik ke jalur layang. Karena terkejut, Fahmi membanting setir ke kiri, menabrak trotoar di sisi kiri jalan.

Baca juga:

Tabrakan dengan trotoar menyebabkan motor terlempar ke kanan, tepat di jalur bus. Bus tersebut, yang dikemudikan oleh Nursiwan (46) warga Subang, tidak sempat mengurangi kecepatan. Akibatnya, roda kanan bus menimpa motor yang sudah jatuh, menimbulkan luka parah pada kepala dan tangan kanan korban. Penyelidik dari Unit Laka Lantas Satwil Jakarta Barat mencatat bahwa sepeda motor mengalami kerusakan pada lampu kiri dan bodi samping, sementara bus tidak menunjukkan kerusakan signifikan.

Setelah insiden, petugas segera mengevakuasi jenazah ke RSUD Tangerang untuk penanganan lebih lanjut. Sementara itu, jalur busway mengalami kemacetan panjang akibat tumpukan kendaraan dan kepulan asap dari mesin bus. Warga yang berada di sekitar lokasi melaporkan terdengar suara keras diikuti dengan teriakan panik. Beberapa saksi mata mengaku melihat motor menabrak trotoar sebelum terjatuh dan tertimpa bus.

Polisi mengamankan barang bukti berupa sepeda motor, STNK, dan SIM C milik korban. Pihak kepolisian juga melakukan pemeriksaan rekaman CCTV di sekitar flyover untuk mengidentifikasi faktor penyebab utama. Hingga saat ini, penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan apakah terdapat unsur kelalaian, baik dari pihak pengendara maupun pengemudi bus.

Baca juga:

Berikut kronologi singkat yang dirangkum dari hasil olah TKP:

  • 06:20 WIB – Fahmi melaju dengan kecepatan tinggi di jalur busway, arah Grogol‑Pesing.
  • 06:28 WIB – Bus antarkota T‑7721‑DD mendekati flyover, bersiap naik ke jalur layang.
  • 06:30 WIB – Fahmi terkejut, membanting setir ke kiri, menabrak trotoar kiri.
  • 06:31 WIB – Motor terlempar ke kanan, masuk ke jalur bus, kemudian tertimpa roda kanan bus.
  • 06:33 WIB – Tim medis tiba, korban dinyatakan meninggal di lokasi.

Kasus ini menyoroti kembali masalah penggunaan jalur busway oleh kendaraan roda dua. Polda Metro Jaya menegaskan bahwa jalur busway diperuntukkan khusus bagi kendaraan umum berkecepatan tinggi dan tidak boleh dimasuki oleh sepeda motor. Penggunaan jalur tersebut oleh pengendara motor dapat meningkatkan risiko kecelakaan fatal, terutama pada jam sibuk pagi hari ketika volume kendaraan sangat tinggi.

Dalam upaya mencegah kejadian serupa, pihak kepolisian berencana meningkatkan patroli di titik-titik rawan, termasuk Flyover Pesing, serta memperketat penegakan aturan penggunaan jalur busway. Selain itu, edukasi keselamatan berkendara melalui kampanye publik akan digencarkan untuk meningkatkan kesadaran pengendara tentang bahaya melaju dengan kecepatan tinggi di area yang tidak diperuntukkan.

Baca juga:

Insiden ini juga memicu reaksi masyarakat luas di media sosial, di mana video kecelakaan yang beredar menimbulkan keprihatinan mendalam. Banyak netizen menuntut penegakan hukum yang tegas serta perbaikan infrastruktur, termasuk pemasangan rambu peringatan yang lebih jelas di dekat flyover.

Dengan meningkatnya angka kecelakaan di ruas Jalan Daan Mogot, khususnya pada jam-jam puncak, pemerintah daerah Jakarta Barat bersama Dinas Perhubungan berkomitmen untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap desain jalur dan penempatan fasilitas keselamatan, seperti marka jalan, pembatas jalur, serta sistem peringatan dini.

Kejadian ini menjadi pengingat keras akan pentingnya disiplin berlalu lintas, terutama bagi pengendara sepeda motor yang cenderung menganggap jalur busway sebagai alternatif yang lebih cepat. Kematian tragis Fahmi Maulana seharusnya menjadi pelajaran bagi seluruh pengguna jalan agar lebih menghormati aturan dan mengutamakan keselamatan diri serta pengguna lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *