Umi Ichun, Istri Abu Bakar Ba’asyir, Tutup Usia 82 Tahun: Detik-Detik Terakhir dan Pemakaman di Sukoharjo

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 05 Mei 2026 | Sukoharjo, Jawa Tengah – Aisyah binti Abdul Rahman Baraja, lebih dikenal dengan nama Umi Ichun, meninggal dunia pada Senin, 4 Mei 2026, usai berjuang melawan komplikasi penyakit diabetes, jantung, dan paru‑paru selama beberapa bulan terakhir. Ia menghembuskan napas terakhir pada pukul 09.20 WIB di rumahnya, berusia 82 tahun.

Umi Ichun telah lama mengidap diabetes mellitus yang pada beberapa tahun belakangan menjalar ke organ vital lainnya. Menurut keterangan keluarga, dalam tiga bulan terakhir kondisi gula darahnya semakin tidak stabil, menyebabkan gangguan pada fungsi jantung dan paru‑paru. Empat bulan sebelumnya ia harus menjalani amputasi pada kaki akibat luka diabetes yang tak kunjung sembuh.

Baca juga:

Menjelang pagi hari, Umi Ichun baru saja menyelesaikan sholat subuh dan bersiap untuk melakukan kontrol ke Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Solo. Ia sempat sarapan bersama keluarga, namun sebelum sempat berangkat, ia mengalami penurunan nafas yang signifikan. Saat ambulans tiba, ia sudah berada dalam kondisi kritis dan kemudian dinyatakan meninggal di rumah.

Humas Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki, Endro Sudarsono, mengonfirmasi bahwa almarhumah memang berada di rumah ketika hendak melakukan kontrol ke RS. “Meninggal dunia di rumah saat mau kontrol, komplikasi penyakit yang diderita memang sudah lama,” ujar Endro melalui telepon.

Putra sulungnya, Abdul Rochim Ba’asyir yang lebih dikenal sebagai Ustaz Lim, menyampaikan kesedihan keluarga secara emosional. Ia mengingatkan bahwa ibunya selalu bersikap sabar dan pasrah. “Umi sempat berkata, ‘saya pasrah apapun takdirnya Allah, saya ridho dengan apa pun yang terjadi,’” ujar Ustaz Lim, menambahkan bahwa ibunya banyak beristighfar dan membaca hafalan Al‑Qur’an hingga menjelang wafat.

Baca juga:

Setelah jenazah dibawa ke Masjid Baitussalam kompleks Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki, para santri dan keluarga melakukan salat jenazah secara khusyuk. Selanjutnya, pada sore hari pukul 15.15 WIB, jenazah Umi Ichun dimakamkan di Pemakaman Islam Polokarto, Sukoharjo. Upacara pemakaman berlangsung sederhana namun khidmat, dengan kehadiran tokoh agama, santri, serta warga sekitar yang memberi penghormatan terakhir.

Selama hidupnya, Umi Ichun dikenal sebagai sosok ibu yang lembut bagi para santri. Endro menyebutnya sebagai “ibu keibuan yang selalu menenangkan hati para murid”. Ia tidak hanya mendampingi suaminya, Abu Bakar Ba’asyir, dalam mengelola pesantren, tetapi juga berperan aktif dalam mengasuh dan mendidik tiga anaknya: Zulfa Ba’asyir, Rosyid Ridho Ba’asyir, dan Abdul Rachim Ba’asyir. Keluarga besar menyebutnya sebagai tulang punggung keluarga yang senantiasa menegakkan nilai-nilai keagamaan dan kebersamaan.

Abu Bakar Ba’asyir, pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki, kini harus menanggung kehilangan istri sekaligus sahabat hidupnya. Meskipun ia masih aktif dalam kegiatan dakwah dan pendidikan pesantren, kepergian Umi Ichun menjadi duka mendalam bagi seluruh lingkungan pesantren dan masyarakat setempat.

Baca juga:

Kepergian Umi Ichun mengingatkan kembali akan pentingnya perawatan kesehatan yang berkelanjutan, terutama bagi lansia dengan penyakit kronis. Keluarga berharap agar kisah perjuangan beliau dapat menjadi pelajaran bagi orang lain dalam menjaga kesehatan dan berserah diri kepada takdir Allah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *