PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 27 April 2026 | Stadion Surajaya di Lamongan menjadi saksi dramatis pada Senin (27 April 2026) ketika Deltras FC berhasil mengalahkan tuan rumah Persiku Kudus dengan skor 1-2 dalam laga pekan ke-26 Pegadaian Championship 2025/2026. Pertandingan yang seharusnya menjadi peluang Persiku untuk bangkit justru memperpanjang rangkaian dua kekalahan beruntun Macan Muria.
Sejak menit pertama, Deltras menunjukkan intensitas menyerang yang tinggi. Pada menit ke-15, striker asal Kamerun, Neville Tengeg, memanfaatkan umpan panjang dari kiper Komang Aryantara dan menaklukkan gawang Eko Saputro, menjadikan tim tamu unggul 0-1. Gol pertama ini mengatur ritme permainan dan menambah tekanan pada lini pertahanan Persiku.
Usaha balasan Persiku tak berhenti. Pada menit ke-38, putra Chaniago menerima kartu kuning kedua setelah aksi keras di lini tengah, kemudian diberi kartu merah pada tambahan waktu babak pertama. Keputusan wasit membuat Persiku terpaksa bermain dengan sepuluh pemain sejak menit 38, menurunkan opsi serangan mereka secara signifikan.
Meski berada di bawah, Macan Muria tetap menekan. Pada menit tambahan 45+2, penyerang Brasil, Caique Souza, menerima umpan tajam dari Igor Costa dan berhasil menyeimbangkan kedudukan menjadi 1-1. Gol penyama kedudukan tersebut menghidupkan harapan Persiku menjelang jeda, namun keunggulan Deltras kembali muncul pada babak kedua.
Pada menit ke-70, Neville Tengeg menambah gol keduanya lewat tendangan keras dari luar kotak penalti, memanfaatkan kelengahan pertahanan yang sudah lelah. Gol kedua ini mengembalikan selisih menjadi 1-2 dan menjadi faktor penentu dalam hasil akhir.
- Gol Deltras: Neville Tengeg (menit 15, menit 70)
- Gol Persiku: Caique Souza (menit 45+2)
- Kartu Merah: Putra Chaniago (menit 38)
Usaha terakhir Persiku terlihat pada menit ke-79 ketika Igor Costa melancarkan tandukan kepala, serta Caique Souza yang kembali mencoba menembus pertahanan Deltras. Sayangnya, serangan balik mereka tidak membuahkan gol tambahan.
Hasil 1-2 ini tidak mengubah posisi Persiku Kudus secara signifikan dalam klasemen. Tim tetap berada di peringkat ketujuh Grup Timur dengan 27 poin dari 26 pertandingan, jauh dari zona degradasi dan masih memiliki ruang untuk memperbaiki performa di sisa musim. Di sisi lain, Deltras FC juga tetap berada di zona menengah klasemen, menjaga jarak aman dari bahaya turun.
Selain implikasi poin, pertandingan ini menyoroti beberapa isu taktik. Pelatih Bambang Pujo Sumantri tampak kesulitan menyesuaikan formasi setelah kehilangan pemain kunci di lini tengah. Sementara Deltras, yang dipandu oleh pelatih asing, berhasil memanfaatkan kecepatan sayap dan ketajaman striker asingnya untuk mengendalikan permainan.
Secara keseluruhan, laga ini mempertegas bahwa Persiku Kudus masih harus menemukan konsistensi dalam mengelola situasi kurang menguntungkan, terutama ketika harus bermain dengan sepuluh pemain. Penampilan Neville Tengeg menjadi sorotan utama Deltras, menunjukkan betapa pentingnya peran striker asing dalam kompetisi ini.
Ke depan, Persiku Kudus harus memperbaiki disiplin di lapangan dan meningkatkan efisiensi serangan, sementara Deltras akan terus menargetkan tiga poin pada pertemuan selanjutnya untuk memperkuat posisi mereka di klasemen.
