Jordy Tutuarima Buka Suara: Gaji Tertunda di Persis Solo, Kini Mengincar Panggilan Timnas

PoinBerita – Kabar Nasional & Internasional Terkini – 19 April 2026 | Jordy Tutuarima, gelandang berbakat kelahiran Solo, kembali menjadi sorotan publik setelah mengungkap keterlambatan gaji di Persis Solo. Keterlambatan tersebut bukan sekadar isu keuangan klub, melainkan memicu pertanyaan tentang profesionalisme Liga Indonesia yang terus bergulat dengan masalah serupa.

Kasus penundaan gaji bukanlah hal baru di dunia sepak bola tanah air. Sejumlah klub Super League, termasuk Persis Solo, pernah terjerat masalah keuangan yang membuat para pemain menunggu hingga berbulan‑bulan tanpa menerima upah. Sejarah kelam tersebut kembali terulang ketika pemain asing asal Paraguay, Diego Mendieta, meninggal pada 2012 karena tidak mendapatkan perawatan medis akibat gaji yang belum dibayar selama empat bulan. Kasus itu menjadi peringatan keras bahwa keterlambatan gaji dapat berujung pada tragedi.

Baca juga:

Berbeda dengan tragedi tersebut, Jordy menyuarakan keluhannya melalui media sosial dan wawancara eksklusif. Ia menyatakan bahwa sejak awal musim, gaji bulanan yang seharusnya dibayarkan pada pertengahan bulan belum masuk ke rekeningnya. “Saya mengerti kondisi klub, tapi kami adalah profesional yang mengandalkan upah untuk keluarga. Menunggu tiga bulan tanpa bayaran sangat memberatkan,” ujar Jordy dalam pernyataannya.

Meski mengalami penundaan, Jordy tidak menyerah pada impian yang lebih besar: mengenakan jersey Tim Nasional Indonesia. Sejak usia dini, ia bermimpi melangkah ke lapangan hijau bersama Garuda. “Setiap kali saya menonton pertandingan Timnas, hati saya berdebar. Saya ingin menjadi bagian dari kebanggaan bangsa,” kata Jordy, menambahkan bahwa ia terus berlatih ekstra untuk meningkatkan performa.

Berikut rangkaian karier Jordj Tutuarima hingga kini:

Baca juga:
  • 2018 – Debut profesional bersama Persik Kediri, mencatat 12 penampilan di Liga 2.
  • 2020 – Transfer ke Persis Solo, menjadi salah satu pemain kunci dalam upaya klub kembali ke Super League.
  • 2022 – Mencetak 5 gol dan 7 assist, membantu Persis Solo finis di posisi empat klasemen.
  • 2023 – Dipanggil ke tim nasional U‑23 untuk fase kualifikasi Asian Games, meski belum tampil di pertandingan resmi.

Situasi gaji yang tertunda memicu reaksi tegas dari Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI). Pihak asosiasi menegaskan akan menindaklanjuti keluhan pemain sesuai dengan ketentuan hukum dan regulasi liga. Selain itu, APPI menekankan pentingnya manajemen keuangan klub yang transparan dan berkelanjutan untuk menghindari kasus serupa di masa depan.

Dalam konteks yang lebih luas, masalah gaji menunda menyoroti perlunya reformasi struktural pada sistem keuangan liga. Klub-klub seringkali berambisi tinggi tanpa memperhitungkan kemampuan finansial, sehingga pada pertengahan musim mereka terpaksa mengurangi pembayaran atau menunda upah. Pemerintah liga dan PSSI diharapkan dapat memperketat persyaratan lisensi serta meningkatkan pengawasan keuangan demi melindungi hak pemain.

Jordy tetap optimis. Ia mengaku bahwa tantangan keuangan tidak mengurangi semangatnya untuk berkontribusi pada tim. “Saya akan terus berjuang, baik di level klub maupun di panggung internasional. Jika kami dapat menyelesaikan masalah ini, maka fokus utama kami tetap pada permainan,” tuturnya.

Baca juga:

Kesimpulannya, profil Jordy Tutuarima tidak hanya menggambarkan perjalanan seorang pemain yang bertekad menembus Timnas, namun juga menjadi cermin bagi industri sepak bola Indonesia yang masih berjuang mengatasi masalah gaji tertunda. Penyelesaian yang adil dan transparan diharapkan dapat memberi ruang bagi talenta seperti Jordy untuk berkembang tanpa beban finansial yang mengganggu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *